Cerita Dua Remaja Desa Aewora Cari Sinyal Sebelum Ada XL Axiata, Harus Naik Lemari hingga ke Hutan

Dua remaja asli Desa Aewora, Kabupaten Ende, Kecamatan Maurole, Nusa Tenggara Timur bercerita pengalaman mereka mencari sinyal untuk berkomunikasi.

TRIBUNJATIM.COM/IGNATIA
Vivin dan Netty, remaja asli Desa Aewora. 

TRIBUNJATIM.COM, ENDE - Dua remaja asli Desa Aewora, Kabupaten Ende, Kecamatan Maurole, Nusa Tenggara Timur bercerita pengalaman mereka mencari sinyal untuk berkomunikasi.

Kebutuhan sinyal untuk mengakses data dan telekomunikasi di daerah Ende, NTT tidak seperti di kota besar.

Dua remaja asli Desa Aewora yang ditemui oleh TribunJatim.com menyampaikan cerita mereka sebelum jaringan cepat masuk ke desa mereka.

XL Axiata dan Kominfo Resmikan BTS USO di Desa Aewora, Bentuk Dukungan Pemerataan Pembangunan

Vivin, misalnya remaja yang menginjak kelas 3 SMP belum mengetahui sosial media.

Vivin baru mendapatkan informasi tentang sosial media saat ditemui awak media dalam acara peresmian BTS USO XL Axiata di Desa Aewora.

Sebelum jaringan USO milik XL masuk ke daerahnya, ia harus selalu mencari akal untuk mendapatkan sinyal.

"Biasanya harus naik ke atas lemari dulu supaya dapat sinyal, atau ke tempat khusus," cerita Vivin kepada TribunJatim.com, Senin (28/10/2019).

Ternyata, tempat khusus yang dimaksud adalah lokasi yang memiliki akses ekstrem.

Misalnya seperti di hutan, di pantai atau lokasi perairan yang mereka sebut Tanjung.

Bakal Resmikan BTS di Desa Aewora, XL Axiata Ajak Media Nikmati Keindahan Ende di NTT

"Harus ke Tanjung, kalau tidak ke pantai pasir putih, teman saya ada yang harus ke hutan," ungkap Vivin.

Halaman
12
Penulis: Ignatia
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved