Khofifah Akan Sinergikan One Pesantren One Product Buat Arus Baru Ekonomi Indonesia, Gandeng BI-OJK

Khofifah Indar Parawansa berkomitmen untuk mensukseskan konsep ekonomi Wakil Presiden Maruf Amin yaitu arus baru ekonomi Indonesia.

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan di Unair, Sabtu (19/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkomitmen untuk mensukseskan konsep ekonomi Wakil Presiden Maruf Amin yaitu arus baru ekonomi Indonesia.

Khofifah telah mencoba mem-break down arus baru ekonomi Indonesia di Jawa Timur dengan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI)

"Kita sinergikan dengan One Pesantren One Product," ucap Khofifah saat menghadiri Santri Culture Night Carnival (SCNC) di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya, Minggu (27/10/2019).

Maruf Amin Ingin Santri Gus Iwan Muncul di Kalangan Santri, Sukseskan Arus Baru Ekonomi Indonesia

Khofifah juga menyambut baik kedatangan Maruf Amin di Jawa Timur untuk yang pertama kalinya dengan jabatan baru sebagai wakil presiden.

"Setelah dari Jepang, ke Provinsi Jatim ini jadi kunjungan yang pertama kali, ini tentu sangat berarti bagi masyarakat Jawa Timur," ucap Khofifah.

Sementara itu, Maruf Amin menilai, Hari Santri Nasional (HSN) harus menjadi momentum kebangkitan santri dalam segala sektor, terutama dalam bidang ekonomi.

Khofifah Kenalkan Menteri Asli NU & Santri Hadiri SCNC, PWNU Jatim Malah Tak Kenal Menteri Agama

Menurut Maruf Amin, santri harus berperan aktif dalam penggerak perekonomian bangsa dan pembangunan negara.

“Hari ini kita jadikan hari momentum untuk memberikan peran lebih besar kepada santri. Santri harus mandiri. Tidak boleh jadi beban orang lain,” jelasnya.

Maruf Amin berharap, selain menguasai ilmu agama, santri juga harus bisa tampil di segala lapangan.

"Termasuk juga lahir santripreuner. Seperti gerakan Nahdlatul Tujjar (Kebangkitan Para Pedagang). Harus tampil. Jangan sampai dunia usaha dikuasai segelintir orang bukan kalangan santri,” katanya. 

Cerita Dua Remaja Desa Aewora Cari Sinyal Sebelum Ada XL Axiata, Harus Naik Lemari hingga ke Hutan

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved