Segera Diresmikan 10 November, Wisata Kampung Lawang Seketeng Terintegrasi dengan Plampitan & Sungai

Pengembangan pariwisata dengan berbasis kampung di Kampung Lawang Seketeng menjadi satu kawasan terintegrasi di kawasan kota tua.

Segera Diresmikan 10 November, Wisata Kampung Lawang Seketeng Terintegrasi dengan Plampitan & Sungai
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi diskusi dengan Pokdarwis di bawah Langgar Dukur Kayu di kampung bersejarah di Lawang Seketeng, Rabu (23/10/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -  Pengembangan pariwisata dengan berbasis kampung di Kampung Lawang Seketeng menjadi satu kawasan terintegrasi di kawasan kota tua.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi, kampung heritage yang akan diresmikan di Hari Pahlawan 10 Nopember 2019 mendatang juga akan terintegrasi dengan kampung lawas Plampitan.

Sehingga bertahap Pemkot Surabaya akan melakukan petanataan juga di kampung Plampitan agar ada koneksitas yang bagus dan menarik antar dua kampung lawas ini.

Wisata Kampung Lawang Seketeng Segera Dirilis, Pemkot Lakukan Penataan di Makam Sesepuh Sunan Ampel

"Untuk Kampung Lawang Seketeng kawasannya adalah wisatawan masuk di Gang 4, lalu keluar di Gang 3. Tapi sebenarnya kampung ini menjadi satu kesatuan sampai Plampitan. Bertahap kita akan konekkan dua kampung ini," kata Eri Cahyadi.

Untuk kian menambah potensi pariwisata kampung heritage ini, Pemkot Surabaya juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Surabaya untuk mengintegrasikan dengan wisata perahu di Sungai Kalimas.

"Jadi nanti akan konek juga dengan wisata kapal. Kita sedang koordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk dibuatkan dermaga di sungai Kalimas di depan gang Lawang Seketeng," ucap Eri.

Dari segi kuliner untuk wisatawan juga menjadi hal yang turut dipikirkan oleh Pemkot Surabaya.

Sebagaimana di dalam kampung banyak terdapat masyarakat yang menjual makanan tradisional kampung, dikatakan Eri, mereka juga akan ditata.

Wisata Heritage Langgar Dukur di Kampung Lawang Seketeng, Tempat Berkumpulnya para Tokoh Zaman Dulu

Misalnya warga penjual martabak. Mereka banyak yang memuka lapak di pinggir gang.

Ke depan mereka akan ditata dan dirapikan sehingga menjadi tempat kuliner yang layak untuk wisatawan.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved