Batam Belajar Penanganan Konflik Sosial ke Lamongan

ebagai kabupaten yang berhasil meraih peringkat terbaik nasional dalam Pelaksanaan Rencana Aksi Terpadu Penanganan Konflik Sosial

Batam Belajar Penanganan Konflik Sosial ke Lamongan
surya/Hanif Manshuri
Para mantan kombatan yang tergabung dalam Yayasan Lingkar Perdamaian saat mengikuti upacara Kemerdekaan RI ke 73 di Alun -alun Lamongan. 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Sebagai kabupaten yang berhasil meraih peringkat terbaik nasional dalam Pelaksanaan Rencana Aksi Terpadu Penanganan Konflik Sosial, Lamongan kini menjadi rujukan berbagai daerah untuk studi banding.

Salah satunya adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangkol) Kota Batam. Rombongan yang dipimpin Kepala Kesbangpol Kota Batam Yazid diterima Asisten Tata Praja M Nalikan bersama Kepala Kesbangpol Kabupaten Lamongan Sudjito di Ruang Bina Praja Pemkab Lamongan, kemarin, Selasa (29/10/2019).

Yazid mengungkapkan kedatangannya ke Kabupaten Lamongan dalam rangka membahas berbagai penanganan konflik sosial dan pengawasan orang asing.

“Terimakasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Lamongan. Tujuan kami kemari pastinya ingin berdiskusi banyak hal. Diantaranya terkait penanganan konflik sosial dan pengawasan orang asing. Sebagaimana yang kita tahu, Kota Batam merupakan pintu masuk orang asing ke Indonesia,” jelasnya kepada TribunJatim.com.

Sudjito menjelaskan penghargaan yang disematkan kepada Lamongan tidak lain karena kerja keras yang dilakukan berbagai pihak dalam menangani kelompok-kelompok teroris. Kami bersama pemkab selalu melakukan koordinasi dengan pihak Polres, TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Heboh Temuan Diduga Makam di Tengah Tambak Lamongan, Berawal dari Orang Misterius Ajak Gali Tanah

Maia Estianty Bagikan Video Akad Nikah Setahun Lalu, Momen El Rumi Nangis Lihat Ibunda Jadi Sorotan

Kakak-Adik di Surabaya Jadi Oknum Penipuan CPNS, Puluhan Juta Uang Hasil Menipu Dipakai Foya-foya

Dulu Lamongan terkenal dengan embrionya para teroris. Namun sekarang Lamongan sudah tidak seperti itu lagi. "Cara kami menangani kasus tersebut yakni dengan merangkul para eks teroris dan mantan kombatan turut andil dalam menjaga Lamongan,” kata Sudjito kepada Yazid .

Sudjito juga memberi bocoran bahwa selama ini Lamongan memiliki trik jitu yakni “temu cepat, lapor cepat”. Sehingga masyarakat bisa langsung melaporkan jika mengetahui hal-hal yang mencurigakan disekitar mereka.

Terkait pengawasan untuk warga negara asing yang ada di Lamongan, Sudjito memaparkan bahwa selain bekerjasama dengan kantor imigrasi Jawa Timur. Lamongan juga membentuk tim koordinasi.

Untuk mengontrol masuknya warga negara asing ke Lamongan, tim koordinasi kami selalu rutin melakukan komunikasi dua kali dalam setahun dengan kantor imigrasi di Tanjung Perak. Hingga tahun 2019 ini ada sejumlah 109 WNA yang masuk Lamongan, 30 diantaranya merupakan mahasiswa di UNISLA dan UNISDA sementara sisanya merupakan tenaga kerja asing. (Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved