Kota Malang Alami Deflasi Selama Oktober 2019, Dipengaruhi Harga Bahan Makanan & Sandang

Kota Malang Alami Deflasi Selama Oktober 2019, Dipengaruhi Harga Bahan Makanan & Sandang.

Kota Malang Alami Deflasi Selama Oktober 2019, Dipengaruhi Harga Bahan Makanan & Sandang
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Pedagang cabai di Pasar Besar Kota Malang 

Kota Malang Alami Deflasi Selama Oktober 2019, Dipengaruhi Harga Bahan Makanan & Sandang

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,04 persen pada bulan Oktober 2019.

Deflasi ini adalah imbas dari penurunan harga bahan makanan yang terjadi selama musim kemarau.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo mengungkapkan, terjadi penurunan harga pada kelompok bahan makanan sebesar 0,90 persen.

Tarif Parkir Bandara Abdulrachman Saleh Malang Naik, Sopir Travel Pariwisata Ragu: Resmi Atau Tidak?

5 Tempat Wisata Alam di Malang yang Gratis, Cocok Dikunjungi saat Liburan di Akhir Pekan

Tarif Parkir Bandara Abdulrachman Saleh Malang Naik Drastis, Pengusaha Travel Mengeluh Kemahalan

Komoditas yang di dalam kelompok ini di antaranya telur ayam ras, cabai rawit, daging ayam ras, bawang putih, kacang panjang dan daging ayam kampung.

"Angka deflasinya masih terkendali. Disebabkan oleh beberapa kelompok pengeluaran yang harganya turun terutama bahan makanan," tutur Sunaryo, Sabtu (2/11/2019).

Selain bahan makanan, kelompok sandang juga tercatat mengalami penurunan 0,45 persen. Sementara yang lain, cenderung mengalami kenaikan.

Ia mengatakan meski hanya dua kelompok yang mengalami penurunan harga, hal ini sangat mempengaruhi deflasi Kota Malang. Sebab, dua kelompok itu memiliki bobot konsumsi besar, dan memberikan andil signifikan.

"Jadi meskipun cuman dua tapi ini yang paling sering dibeli masyarakat sehingga andilnya besar," jelas Sunaryo.

Berdadarkan data BPS, kelompok yang mengalami kenaikan adalah sektor kesehatan sebesar 0,73 persen, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,48 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,08 persen.

Sementara untuk sektor pengeluaran pendidikan rekreasi, dan olahraga tidak mengalami kenaikan alias stabil.

Selain Kota Malang, daerah lain yang juga mengalami deflasi adalah Banyuwangi sebesar 0,09 persen; diikuti Surabaya 0,08 persen.

Hingga Oktober 2019, inflasi kalender Kota Malang tercatat 1,41 persen atau lebih tinggi dari inflasi kalender Provinsi Jawa Timur yang hanya 1,35 persen.

Sementara tingkat inflasi Year on Year (YoY) kota bunga ini adalah 2,45 persen dan masih lebih tinggi dari Jawa Timur yang berada di angka 2,24 persen.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved