Pemkot Surabaya Janji Bangun Gedung untuk Sekolah yang Siswa Melebihi Kapasitas

Dampak penambahan rombel untuk sekolah negeri pada PPDB 2019 adalah banyaknya sekolah di Surabaya yang muridnya overcapacity.

Pemkot Surabaya Janji Bangun Gedung untuk Sekolah yang Siswa Melebihi Kapasitas
ISTIMEWA
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menghadiri sekolah kebangsaan di Taman Sejarah Surabaya, Kamis (24/10/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dampak penambahan rombel untuk sekolah negeri pada PPDB 2019 adalah banyaknya sekolah di Surabaya yang muridnya overcapacity.

Menurut Kepala Bappeko, Eri Cahyadi, usai PPDB kemarin, banyak sekolah negeri yang satu kelas bisa berisi hingga 40 siswa.

Padahal, dalam peraturannya, satu kelas hanya boleh diisi 32 siswa.

"Maka dari itu, di APBD 2020, kami menganggarkan rehabilitasi untuk gedung pendidikan," kata Eri Cahyadi.

(Tri Rismaharini Dituntut Tuntaskan Surat Ijo di Surabaya Sebagai Kado Sebelum Lengser)

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR), akan membangun gedung baru di sekolah-sekolah yang dalam satu kelas, jumlah siswa lebih dari 32.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bicara lewat telepon dengan Menteri Pendidikan sebelumnya, Muhadjir Effendy, tentang penambahan pagu di Surabaya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, Iksan, mengatakan pihaknya akhirnya menambah enam pagu.

Yang tadinya 32, menjadi 38.

Penambahan tersebut dilakukan setelah zonasi umum PPDB selesai, sehingga Dinas Pendidikan merangking ulang anak-anak yang belum mendapat sekolah.

"Perangkingannya ini tidak pakai jarak, tapi murni berdasarkan nilai," kata Iksan.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved