Tukar Guling dengan Lahan di Bondowoso, Pemprov Jatim Sisakan 28 Hektare Tempat Pengolahan Limbah B3

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur mengungkapkan, kelebihan lahan tersebut bersifat cadangan.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Diah Susilowati beberkan alasan pemberian penghargaa ke BSI. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemprov Jawa Timur menyiapkan lahan tukar guling melebihi total luasan yang dibutuhkan untuk pembangunan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Mojokerto.

Dari 50 hektare lahan yang dibutuhkan, Pemprov Jawa Timur menyiapkan 68 hektare lahan.

Dari target tersebut, saat ini sebanyak 40 hektare lahan sudah rampung diberikan ganti rugi.

Sedangkan 28 hektare sisanya sedang menunggu hasil dari proses appraisal.

Pastikan Pembangunan Limbah B3 Mojokerto Berlanjut, Pemprov Jatim Targetkan Amdal Selesai Desember

LINK Formasi CPNS 2019 Provinsi Jawa Timur atau Jatim, Pendaftaran di sscasn.bkn.go.id

Lahan tersebut didapatkan dari tukar guling antara lahan Perhutani yang ada di Mojokerto dengan lahan Pemprov Jawa Timur yang ada di Bondowoso.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Diah Susilowati, mengungkapkan, kelebihan lahan tersebut bersifat cadangan.

Sebab, dikhawatirkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menganggap lahan yang ada di Bondowoso tidak layak untuk dijadikan hutan, sehingga tidak bisa ditukargulingkan.

"Lah kalau kita lebihkan itu dalam evaluasi oleh pemerintah pusat, ada yang diterima, ada yang tidak boleh," ungkapnya.

Angka Kemiskinan di Sampang Jadi Tertinggi se-Jatim, Dominan Minim Lapangan Kerja & Mutu SDM Rendah

Khofifah Sebut Gelora Bung Tomo Bau Sampah, Beri 4 Opsi Stadion Lain di Jatim demi Piala Dunia U-20

Nantinya, ketika lahan yang telah disiapkan berlebih, maka sisa lahan tersebut akan menjadi aset Pemprov Jawa Timur.

Lebih lanjut, Diah Susilowati juga memastikan lima hektare lahan yang menjadi tegakan awal sudah mulai dibangun.

Saat ini, pihaknya menunggu BUMD yang akan mulai proses meratakan lahan, membangun pagar, dan jalan akses menuju pengolahan limbah B3.

"Dispensasi tahap awal bisa membangun sarana dasar. Sebetulnya pihak BUMD boleh membangun seperti meratakan lahan, pagar, dan jalan boleh sambil menunggu Amdal-nya," ungkapnya.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved