Hanya Andalkan Air Sumur, 79 Keluarga di Kota Madiun Alami Krisis Air Bersih

Sebanyak 79 keluarga di dua kelurahan, yakni Kelurahan Tawangrejo & Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun mengalami krisis air bersih.

Hanya Andalkan Air Sumur, 79 Keluarga di Kota Madiun Alami Krisis Air Bersih
Kominfo
Petugas mendistribusikan air bersih untuk warga di Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Sebanyak 79 keluarga di dua kelurahan, yakni di Kelurahan Tawangrejo dan Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun mengalami krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini.

Mereka mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah kota untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Agus Hariono, mengatakan 79 keluarga itu, terdiri dari 55 keluarga di Kelurahan Kelun dan 24 keluarga di Kelurahan Tawangrejo.

Agus Hariono mengatakan, selama ini warga di dua kelurahan itu mengandalkan sumber air dari sumur di lingkungan mereka.

Namun, kemarau tahun ini menyebabkan sumur warga mengering dan tak mengeluarkan air.

"Yang mengalami kekurangan air cuma 79 keluarga itu saja. Yang lain tidak kekurangan air karena sudah menggunakan air PDAM," katanya, Selasa (5/11/2019).

Jadwal Kereta Api Berubah Mulai 1 Desember 2019, Calon Penumpang Diimbau Periksa Tiket

Petugas mendistribusikan air bersih untuk warga di Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.
Petugas mendistribusikan air bersih untuk warga di Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. (Kominfo)

Krisis air bersih di dua kelurahan itu, terjadi sejak dua pekan terakhir. Sejak itu, setiap hari BPBD Kota Madiun melakukan droping air bersih pada pagi, sore, dan malam hari.

Agus Hariono menceritakan, pada awal saat terjadi krisis air, petugas harus mengisi air bersih di masing-masing rumah.

Pada saat itu, pengiriman air bersih bisa mencapai 20.000 liter per hari.

Namun, pola pengiriman air bersih kini telah diubah.

Air bersih dipindah ke tangki yang ada di tiap kelurahan. Warga yang membutuhkan dapat mengambil air bersih dari tangki itu.

"Dengan pola pengiriman air seperti itu, kami dapat mengurangi pengiriman air, menjadi sekitar 3.000 liter per hari," kata Agus Hariono.

Agus Hariono berharap warga di dua kelurahan yang mengalami krisis air bersih bisa segera memasang PDAM, agar kebutuhan air bersih terpenuhi.

"Memasang saluran PDAM ini kan gratis. Warga tinggal bayar bulanannya saja. Ini solusi, sebab jika musim kemarau air sumur habis," imbuhnya.

Polisi Tangkap 4 Pelaku Rudapaksa 2 Gadis Remaja Tulungagung, 1 Pelaku Masih Anak-anak

Petugas mendistribusikan air bersih untuk warga di Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.
Petugas mendistribusikan air bersih untuk warga di Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. (Kominfo)
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved