Atasi Kekeringan di Kabupaten Kota, BPBD Jawa Timur Siapkan 160 Juta Liter Air Bersih Selama Kemarau

Subhan Wahyudiono mengatakan bahwa selama musim kemarau tahun ini sudah sebanyak 160 juta liter air bersih yang didrop ke kabupaten kota di Jawa Timur

Atasi Kekeringan di Kabupaten Kota, BPBD Jawa Timur Siapkan 160 Juta Liter Air Bersih Selama Kemarau
ISTIMEWA
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Subhan Wahyudiono 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Subhan Wahyudiono mengatakan bahwa selama musim kemarau tahun ini sudah sebanyak 160 juta liter air bersih yang didrop ke kabupaten kota di Jawa Timur untuk mengatasi kekeringan.

Hal tersebut untuk menanggulangi kekeringan yang terjadi di 28 kabupaten kota di Jawa Timur.

"Sampai akhir bulan Oktober kemarin sudah 160 juta liter air bersih yang kita drop ke daerah-daerah. Setidaknya ada 622 desa yang mengalami kekeringan dan kita bantu," kata Subhan Wahyudiono, Rabu (6/11/2019).

Saat ini yang tengah disalurkan bantuan air bersihnya adalah di kawasan kepulauan Kabupaten Sumenep.

Total ada sebanyak 500 ton air bersih yang dibawa dari Surabaya ke kawasan kepulauan Kabupaten Sumenep.

Yakni, di Pulau Sapudi, Pulau Kangean dan Pulau Gili Genting.

Secara simbolis penyerahan distribusi air bersih tersebut sudah dilakukan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa kemarin.

Pemprov Jawa Timur Mulai Terapkan SP2D Online, Ada 24 Kabupaten Kota Belum Gunakan Sistem Online

Distribusi terus dilakukan ke masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih, Rabu (6/11/2019).

"Di kepulauan ada tiga pulau yang mengalami kekeringan. Di Sapudi, Kangean dan Gili Genting. Kita drop air bersih di Kangean sebanyak 200 ton air bersih, di Sapudi 150 ton, dan di Gili Genting 150 ton juga," urai Subhan Wahyudiono.

Drop air di kepulauan ini adalah kali pertama dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak 11 tahun BPBD berdiri.

Sebelumnya distribusi bantuan air bersih yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum sampai ke kawasan kepulauan.

Hal tersebut dikatakan Subhan Wahyudiono merupakan komitmen Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam melakukan aksi responsif saat terjadi bencana.

Sebagai upaya jangka menengah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan melakukan pipanisasi sumber air yang memungkinkan ke kawasan pemukiman masyarakat.

"Untuk jangka menengah, kita kemarin sudah rapat wabup Sumenep dan Dinas ESDM, untuk di Sapudi ada beberapa sumber air yang butuh pipanisasi. Kita sudah assessment dan dalam waktu dekat kita akan lakukan pembangunan jaringan pipanisasi di sana," tegas Subhan Wahyudiono.

Inspeksi Dadakan, Wali Kota Risma Minta Jembatan Pemuda Surabaya Depan Monkasel Dipercantik

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved