PG Resmikan Kebun Budidaya Ikan dan Sayur di Masjid Yang Berwawasan Lingkungan

Manajemen Petrokimia Gresik (PG) meresmikan kebun budidaya sayur dan ikan di Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gresik

PG Resmikan Kebun Budidaya Ikan dan Sayur di Masjid Yang Berwawasan Lingkungan
(surya/Sugiyono)
Takmir Masjid Nurul Jannah, Rohmad (kanan) saat mendampingi Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi beserta istri dan manajemen PG saat meresmikan kebun budidaya ikan dan sayur, Jumat (8/11/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Manajemen Petrokimia Gresik (PG) meresmikan kebun budidaya sayur dan ikan di Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gresik, Kamis (7/11/2019).

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi mengatakan, budidaya sayur dan ikan tersbeut merupakan terobosan bagi perusahaan dalam menguatkan konsep PG sebagai agroindustri dan menjadikan Masjid Nurul Jannah sebagai masjid berawawasan lingkungan.

Kebun ini menjadi wujud nyata kinerja Petrokimia Gresik melalui takmir masjid dalam memaksimalkan sumber daya lingkungan yang ada untuk mendukung konsep eco-masjid.

"Dimana pengairan kebun budidaya ini memanfaatkan air bekas wudhu jamaah masjid. Air bekas wudhu para jamaah ditampung dalam sebuah bak penampungan, kemudian dialirkan melalui instalasi pipa untuk mengairi tanaman penghijauan, kolam ikan serta diteruskan ke kebun sayuran, kata Rahmad Pribadi kepada Tribunjatim.com.

Kebun budidaya ini juga dibangun di atas lahan bekas pembuangan sampah. Sehingga perusahaan benar-benar mampu mengoptimalkan sumber daya yang selama ini terbuang, kemudian disulap menjadi fasilitas yang memiliki value.

Arema FC Vs Madura United, Sama-sama Tampil Saling Menekan, Singo Edan Unggul dengan Skor 2-0

Sempat Mencuat ke Publik, Polemik GBT dan Interpelasi Berakhir Lewat Jalan Musyawarah

Melalui kebun budidaya ini, masjid memperoleh pendapatan dari hasil panen sayur dan ikan. Selain itu, dapat menjadi sarana belajar bagi pengunjung masjid dan tukang becak tentang budidaya pertanian.

"Kebun ini memiliki fungsi sebagai media untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Masjid Nurul Jannah. Serta meningkatkan keimanan dan memaksimalkan lingkungan," imbuhnya.

Masjid Nurul Jannah memiliki fasilitas pondok bagi tukang becak untuk tempat tinggal. Mereka warga pendatang yang mengais rezeki di sekitar masjid dan perusahaan namun tidak memiliki tempat tinggal.

Kebanyakan dari tukang becak merupakan seorang petani di kampung halamannya, sehingga perusahaan memfasilitasi kemampuan mereka bercocok tanam dengan menyediakan kebun budidaya sayuran dan ikan.

Lebih lanjut Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa Masjid Nurul Jannah selama ini memang sudah dikenal sebagai eco-masjid. Salah satu konsep eco-masjid terlihat pada desain bangunan.

Desain masjid ini benar-benar menyesuaikan dengan kondisi iklim tropis, jamaah bisa tetap merasa sejuk meskipun tidak menggunakan Air Conditioner. Arsitektur masjid bergaya Jawa ini mampu menghemat energi dan dapat meminimalisasi emisi freon yang dapat merusak ozon, katanya.

Kompleks Masjid Nurul Jannah juga semakin rindang dengan adanya berbagai tanaman penghijauan, mulai dari halaman, tempat parkir hingga sejumlah fasilitas bangunan masjid lainnya. Langkah ini memperkuat konsep Masjid Nurul Jannah sebagai masjid berawawasan lingkungan.

Ketua Takmir Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik, Rohmad mengatakan, ingin mejadikan Masjid Nurul Jannah sebagai masjid yang bermanfaat bagi keluarga besar Petrokimia Gresik dan masyarakat sekitar melalui berbagai inovasi.

"Keberhasilan inovasi yang selama ini dilakukan berkat dukungan dari manajemen Petrokimka Gresik. Sehingga mampu menjadikan Masjid Nurul Jannah sebagai masjid berwawasan lingkungan serta dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat," kata Rohmad kepada Tribunjatim.com. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved