Seribu Warga Pemegang Surat Ijo Surabaya Gelar Aksi Keprihatinan Surat Ijo di Taman Makam Pahlawan

Seribu warga pemegang Surat Ijo seluruh Kota Surabaya akan melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP), tepat saat Hari Pahlawan.

Seribu Warga Pemegang Surat Ijo Surabaya Gelar Aksi Keprihatinan Surat Ijo di Taman Makam Pahlawan
Surya.co.id/Nuraini Faiq
Perwakilan warga pemegang Surat Ijo di Surabaya saat konsolidasi di Taman Makam Pahlawan Jl Mayjend Sungkono Surabaya sebelum menggelar aksi keprihatinan, Jumat (8/11/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sekitar seribu warga pemegang Surat Ijo seluruh Kota Surabaya akan melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jl Mayjend Sungkono, tepat saat Hari Pahlawan, Minggu (10/11/2019).

Mereka juga akan mengadakan upacara bersama di lokasi yang sama.

"Kami mengundang semua warga pemegang Surat Ijo seluruh Surabaya bergabung di Taman Makam Pahlawan pada Minggu sore," kata Ketua Panitia Hari Pahlawan dan Tabur Bunga warga Surat Ijo Surabaya Tuk Hartantyo, Jumat (8/11/2019).

Upacara Hari Pahlawan dan Tabur bunga di TMP oleh warga pemegang Surat Ijo itu digelar atas keprihatinan mereka akan status kepemilikan tanah dengan dokumen surat Ijo.

Saat ini ada sekitar 46.000 Pemegang tanah surat Ijo di Surabaya . 

Modus Nyamar Jadi Karyawan, Pria Surabaya Gasak Perhiasan & Uang Puluhan Juta di Gedung Perkantoran

Warga yang tergabung dalam Perkumpulan Penghuji Tanah Surat Ijo Surabaya (P2TSIS) itu akan kompak berjuang bersama-sama.

Sebab status yang sama di Bandung, Makassar, Lampung telah melepas surat Ijo menjadi hak milik. 

Selain upacara pahlawan dan aksi tabur bunga, mereka juga akan menggelar mimbar aspirasi dan menyampaikan semua unek-unek kepada Pemerintah Kota Surabaya setelah puluhan tahun menempati tanah peninggalan keluarga mereka.

BREAKING NEWS: Pasar Ngunut Terbakar Hebat, Seluruh Bagian Pasar Nyaris Dilalap Api

Farah Tamalia, wakil panitia Hari Pahlawan warga Surat Ijo menegaskan bahwa dia bersama warga akan terus berjuang dengan elegan, santun, dan seusai aturan demi menuntut hak membebaskan Surat Ijo.

"Kami taat aturan," kata Farah Tamalia.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved