Tanggapi Putusan Pengadilan Tinggi Yang Ringankan Hukuman Dhani, Kejaksaan Tak Mau Gegabah

Menanggapi putusan Pengadilan Tinggi (PT) terkait banding Ahmadi Dhani dalam kasus vlog idiot, Kejari Surabaya tak ingin gegabah.

Tanggapi Putusan Pengadilan Tinggi Yang Ringankan Hukuman Dhani, Kejaksaan Tak Mau Gegabah
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Ahmad Dhani bersama tim kuasa hukumnya saat sidang vonis kasus vlog 'idiot' beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menanggapi putusan Pengadilan Tinggi (PT) terkait banding Ahmadi Dhani dalam kasus vlog idiot, Kejari Surabaya tak ingin gegabah. 

Sebab, kejaksaan belum menerima petikan putusan PT. Hal tersebut dikatakan Kasi Pidum Kejari Surabaya, Farriman Isnandi Siregar. Artinya pihaknya belum tentukan sikap. 

Pengadilan Tinggi Jawa Timur meringankan hukuman Ahmad Dhani dari 1 tahun penjara menjadi 3 bulan penjara dengan massa percobaan 6 bulan.

"Kami belum terima petikan putusannya, jadi belum bisa tentukan sikap (kasasi, Red)," terang Farriman, Jumat, (8/11/2019). 

Sementara itu, Sahid salah seorang penasehat hukum Ahmad Dhani mengungkapkan, hingga siang tadi, Ia belum menerima petikan putusan banding tersebut. 

Banding Kasus Vlog Idiot Ditolak PT Jatim, Tapi Hukuman Ahmad Dhani Malah Hanya 6 Bulan Percobaan

Gelontor Miliaran Rupiah untuk Tingkatkan Kunjungan Mal

BREAKING NEWS: Pasar Ngunut Terbakar Hebat, Seluruh Bagian Pasar Nyaris Dilalap Api

"Belum kami terima mas, tadi saya sudah cek, Infonya sore ini baru dikirim dari Pengadilan Tinggi ke PN Surabaya," beber Sahid.

Diberitakan sebelumnya, Putusan banding Ahmad Dhani tersebut dimuat dalam Sistim Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (6/11/2019) kemarin.

Perkara dengan nomor 1272/PID.SUS/2019/PT SBY ini, diputuskan oleh tiga majelis hakim yang diketuai oleh PH Hutabarat, dan dua hakim anggota, Agus Jumardo dan RR Suryowati. 

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan menerima permintaan banding dari Dhani Ahmad Prasetyo dan Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surabaya tersebut, serta mengubah putusan Pengadilan Negeri Surabaya tanggal 11 Juni 2019 Nomor 275/Pid.Sus/2019/PN Sby.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved