Festival Seni Hadrah Kebangsaan Meriahkan Suasana Alun-Alun Jember

82 grup dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur beraksi di Alun-Alun Jember. Mereka tampil untuk berkompetisi dan memeriahkan Festival Seni H

Festival Seni Hadrah Kebangsaan Meriahkan Suasana Alun-Alun Jember
sri wahyunik/surya
Festival seni hadrah kebangsaan di Jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - 82 grup dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur beraksi di Alun-Alun Jember. Mereka tampil untuk berkompetisi dan memeriahkan Festival Seni Hadrah Kebangsaan se-Jawa Timur di Kabupaten Jember. Festival Seni Hadrah Kebangsaan se-Jawa Timur itu dibuka oleh Bupati Jember Faida, Sabtu (9/11/2019).

Festival Seni Hadrah Kebangsaan se-Jawa Timur itu digelar oleh Pemkab Jember masih dalam rangkaian Festival Hari Santri Nasional 2019, yang berbarengan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bupati Jember Faida mengatakan Festival Seni Hadrah Kebangsaan sangat pas dengan kondisi Jember yang religi dan agamis.

"Selain akan mampu mengembangkan kesenian, juga melestarikan kesenian hadrah yang menjadi salah satu ciri khas umat Islam dalam kaitannya dengan gerakan membumikan selawat," ujar Faida kepada Tribunjatim.com.

Selain itu, kata Faida, dengan bertemunya banyak grup hadrah, secara otomatis akan semakin meneguhkan ukhuwah Islamiah dan merajut kebersamaan dalam keberagaman. Faida mengaku senang karena peserta berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur.

"Tercatat 82 grup yang ikut. Mereka berasal dari sejumlah kota di Jawa Timur, ada yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Lamongan, Gresik, Banyuwangi, Bondowoso, juga Jember sendiri," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Satpol PP Segel Enam Minimarket Bandel di Kabupaten Gresik

Tak Pulang Seminggu, Nenek 72 Tahun di Lamongan Tewas Membusuk di Tengah Hutan

Kebakaran Hutan Semeru Dinyatakan Berakhir, Hujan Dua Hari Padamkan Api

Peserta lomba hadrah itu terbagi dalam dua kategori yakni kategori pelajar, dan umum. Penilaian terdiri atas penilaian penampilan (performance), musik, dan vokal. Para peserta membawa peralatan hadrah masing-masing.

Ada lagu wajib yang bisa dipilih untuk ditampilkan oleh peserta yakni 'NKRI Harga Mati', 'Saya Indonesia, Saya Pancasila', dan 'Yaa Lal Wathan'.

"Lagu wajib yang bisa dipilih untuk dibawakan peserta memang bertema nasionalisme. Melalui lirik dan seni hadrah ini, semangat nasionalisme digelorakan. Karena perjuangan memperebutkan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan ulama dan santri," kata Faida kepada Tribunjatim.com.

Lebih lanjut, Bupati Faida berharap, festival itu bisa menjadi salah satu pemicu dan menumbuhkan kecintaan umat Islam khususnya di Kabupaten Jember terhadap Nabi Muhammad SAW melalui syair-syair dan pembacaan selawat serta untuk meneguhkan semangat persatuan dan kesatuan. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

 

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved