Maulid Nabi Muhammad, Khofifah Ajak Teladani Empat Sifat Rasulullah untuk Hadapi Era Post-Truth

Di momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk meneladani empat sifat Rasulullah

Maulid Nabi Muhammad, Khofifah Ajak Teladani Empat Sifat Rasulullah untuk Hadapi Era Post-Truth
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan di Unair, Sabtu (19/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat untuk meneladani empat sifat Rasulullah di era post-truth dan disrupsi seperti saat ini.

Menurut Khofifah Indar Parawansa, empat sifat Rasulullah itu adalah Shidiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh, yang disebutnya akan mampu menangkal dampak negatif dan memperbaiki komunikasi di era pasca kebenaran dan disrupsi.

"Jika Rasulullah memiliki sifat ash shiddiq (benar) maka pada era post-truth mencari kebenaran sejati harus dilakukan lebih serius, mengingat eranya penuh hoax (kebohongan)," ucap Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (9/11/2019).

"Jika Rasulullah hadir untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia (akhlaqul karimah) maka hari ini eranya disrupsi (nilai-nilai tercabut dari akarnya)," lanjutnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Usulkan Madrasah Aliyah Jatim Rasakan Pendidikan Gratis Berkualitas

Gubernur Jawa Timur Meninjau Pasar Ngunut Tulungagung, Janjikan Bantuan untuk Pembangunan Kembali

Begitu juga sifat Nabi Muhammad tabligh (menyampaikan), fathonah (cerdas), dan amanah (dapat dipercaya).

Khofifah Indar Parawansa melanjutkan, sifat-sifat tersebut harus menyatu diteladani dalam kehidupan sehari-hari  dengan cara menyampaikan yang benar, dan juga cerdas dalam menerima dan menyaring informasi yang ada.

Oleh karenanya, pekerjaan rumah seluruh masyarakat saat ini adalah membangun karakter bangsa dan melakukan revolusi mental.

Momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW dinilai Khofifah Indar Parawansa merupakan momentum yang tepat untuk menyempurnakannya.

"Bersama-sama mari kita mencari format komunikasi yang paling tepat di era post-truth dan disrupsi ini. Hal ini penting, karena semakin banyak orang yang tidak tahu harus berpegang kebenaran pada apa dan siapa," tutur mantan menteri sosial ini.

Halaman
12
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved