Breaking News:

Atap SDN Gentong Kota Pasuruan Ambruk, 2 Orang Jadi Tersangka, Tak Punya Basic Konstruksi Bangunan

Dedi Seto dan Sutaji tidak memiliki latar belakang pendidikan mengenai konstruksi bangunan.

ISTIMEWA
Dedi Seto dan Sutaji saat dikeler ke Halaman Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polda Jawa Timur telah menetapkan dua orang pelaksana pengerjaan bangunan sebagai tersangka atas ambruknya atap SDN Gentong Kota Pasuruan yang menewaskan dua orang.

Dua orang pelaksana pekerja bangunan itu adalah kontraktor dan pengawas, Dedi Seto dan mandor pelaksanan bangunan sekolah SDN Gentong Kota Pasuruan, Sutaji.

Dedi Seto dan Sutaji tidak memiliki latar belakang pendidikan mengenai konstruksi bangunan.

Dedi Seto yang bertindak sebagai kontraktor dan pengawas hanyalah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Atap SDN Gentong di Pasuruan Ambruk, 2 Orang Jadi Tersangka, Polda Jatim Sebut Ada Indikasi Korupsi

Sedangkan Sutaji yang bertindak sebagai pekerja bangunan hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hal itu disampaikan oleh Direskrimum Polda Jawa Timur Kombes Pol Gidion Arif Setyawan di Halaman Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (11/11/2019).

"Backgroud pendidikan bukan dari teknik. Dia (sejak) 2004, sudah bekerja di konstruksi (bangunan)," kata Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.

Tak ayal, kedua pelaku tidak memahami kekuatan konstruksi bangunan yang sedang dikerjakan.

Saat potongan komponen penopang bangunan diuji keluatannya menggunakan Hammer Test.

Halaman
12
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved