Dua Anak di Bawah Umur di Surabaya Terlibat Penjambretan, Hasilnya Untuk Foya-foya

Tiga anak di bawah umur nekat melakukan aksi penjambretan di Surabaya. Mereka adalah NAM (15) warga Dukuh Pakis 6-B / 65 Surabaya, AF (17)

Dua Anak di Bawah Umur di Surabaya Terlibat Penjambretan, Hasilnya  Untuk Foya-foya
Surya/firman rachmanudin
Kapolsek Sukomanunggal Surabaya,Kompol Muljono menunjukkan para tersangka. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tiga anak di bawah umur nekat melakukan aksi penjambretan di Surabaya.

Mereka adalah NAM (15) warga Dukuh Pakis 6-B / 65 Surabaya, AF (17) warga Dukuh Pakis Kinco III Surabaya dan S Efian Adi Saputra (18) warga Dukuh Pakis VI Surabaya.

Ketiganya beraksi di bundaran Jalan Raya Sukomanunggal Asri Surabaya, Minggu (10/11/2019) sekitar pukul 04.00 WIB.

Ketiga pelaku ini menyasar korban yang saat itu sedang sendiri mengendarai motor.

Korbannya juga merupakan anak di bawah umur.

"Korban dihentikan oleh pelaku, lalu di hajar dan dipukuli lalu handponenya dirampas," beber Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Muljono kepada Tribunjatim.com, Senin (11/11/2019).

Tertangkapnya pelaku setelah korban mengikuti satu diantara tiga pelakunya.

"Usai dijambret itu, korban mengikuti salah satu pelakunya sampai di rumahnya. Lalu korban melaporkan kepada kami, dan ditunjukkan rumah salah satu pelaku. Dari situ kami bisa menangkap tiga orang pelakunya," tambah Muljono kepada Tribunjatim.com.

Khofifah Imbau Hati-Hati Penipuan Seleksi CPNS 2019, Arahkan Ikuti Alur Pendaftaran Website Resmi

Kasus Misterius 25 Makam di Tasikmalaya Terbongkar, Rusak Hanya Bagian Kepala, Warga Ungkap Faktanya

Pendaftaran CPNS 2019 Pemkab Malang Dibuka, Berikut Rincian Lengkap Formasi yang Dibutuhkan

Tak hanya tiga pelaku, polisi juga menangkap satu orang penadah handpone Vivo Y53 milik korban yakni Agung Joko (35) warga Bojonegoro yang kos di Dukuh Pakis VI-A 7.

"Handpone itu dijual seharga 800 ribu kepada penadah yang juga kami tangkap," tandasnya kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu, NAM salah satu pelaku mengaku jika uang hasil kejahatannya dibuat untuk berpesta miras dan membeli rokok.

"Buat beli miras, minum sama teman-teman," akunya. (Friman/Tribunjatim.com)

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved