Kapolda Jatim: Saya Minta Proyek Kilang Minyak Tuban Diamankan Betul

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, memberikan perhatiannya atas keberadaan kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) di Tuban.

Kapolda Jatim: Saya Minta Proyek Kilang Minyak Tuban Diamankan Betul
Tribunnews.com
Kilang Minyak Tuban 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, memberikan perhatiannya atas keberadaan kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) di Tuban.

Menurutnya keberadaan kilang minyak harus diamankan betul, mengingat kilang minyak merupakan obyek vital milik pemerintah yang sudah direncanakan.

"Saya minta Polres Tuban selaku yang punya wilayah untuk mengamankan betul proyek kilang minyak," Kata Kapolda kepada wartawan, Senin (11/11/2019).

Jenderal bintang dua itu menjelaskan, bentuk pengamanan tentu Polres Tuban harus berkordinasi dengan instansi terkait lainnya, agar tidak terjadi gejolak.

Ditegaskan Luki, jika proyek kilang minyak sudah beroperasi tentu dampak positifnya bagi masyarakat Tuban akan dirasakan. Seperti dampak ekonomi.

Bahkan, kilang minyak diyakini juga akan membawa Tuban menjadi lebih baik, mengingat kilang ini sangat besar.

"Dampak tentu ada secara ekonomi, oleh karena itu saya minta Polres Tuban untuk ikut mengamankan," jelansya kepada Tribunjatim.com.

Kasus Misterius 25 Makam di Tasikmalaya Terbongkar, Rusak Hanya Bagian Kepala, Warga Ungkap Faktanya

Cara Sadis Bu Guru Ajak Muridnya Hubungan Dewasa Bertiga, Mulanya Diajak ke Kos Lalu Dipaksa

Mau Tahu Bocoran Soal-Soal Tes SKD dan SKB? Simak Kisi-Kisinya untuk Menembus Seleksi Tes CPNS 2019

Sekadar diketahui, Pembangunan kilang minyak yang melibatkan Pertamina dengan Rosneft asal Rusia ini masih dalam proses pembebasan lahan.

Kilang minyak membutuhkan lahan sekitar 841 hektare, rinciannya lahan KLHK 348 hektare, dan lahan warga 493 hektare, meliputi Desa Wadung, Sumurgeneng, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu.

Sebelumnya kilang akan ditempatkan di Desa Remen dan Mentoso membutuhkan lahan 548 hektare, rinciannya lahan KLHK 348 hektare, dan lahan warga sekitar 200 hektare lebih, namun tak kunjung selesai pembebasannya sehingga dialihkan di tiga Desa tetangga.(nok/Tribunjatim.com)

Penulis: Sudarma Adi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved