Pria asal Malang Ini Terima Bangkai Ayam dari Peternak Mojokerto, Siap Jual Keburu Diciduk Polisi

Pria asal Malang Ini Terima Bangkai Ayam dari Peternak Mojokerto, Siap Jual Keburu Diciduk Polisi.

Pria asal Malang Ini Terima Bangkai Ayam dari Peternak Mojokerto, Siap Jual Keburu Diciduk Polisi
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyato ditemani Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima dalam ungkap kasus perdagangan ayam tiren, Senin (11/11/2019) 

"Hasilnya, daging ayam tiren tidak layak dikonsumsi karena telah mengandung bakteri dan kuman yang berbahaya," pungkasnya.

Pelaku dikenakan pasal 204 KUHP pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 2, dan Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti. Antara lain, satu unit freezer, satu unit mesin penggiling daging, satu buah timbangan, tiga buah tong plastik, tujuh kantong plastik, enam cutter, satu buah pisau kecil dan 3 sak berisi bangkai ayam, daging ayam tiren dan potongan daging ayam tiren.

Terpisah, Alex Suwardi, pelaku penjual daging ayam tiren, mengaku, bisa menjual daging ayam tiren sebanyak 2 kwintal per hari dengan harga yang lebih murah.

Alex Suwardi, mengaku belum pernah memakan daging ayam tiren. Alex juga mengetahui bahaya yang ditimbulkan saat mengkonsumsi daging ayam tiren.

"Belum pernah makan pak saya. Saya tahu bahayanya seperti apa. Saya mohon maaf pak," ujarnya saat ditanya AKBP Setyo Koes Heriyatno, Senin (11/11/2018).

"Per kilo saya jual Rp 15.000. Saya baru dua kali dapat daging ayam tiren di Mojokerto. Pertama dua kwintal. Yang kedua 10 karung. Tapi saya kembalikan 7 karung karena kebanyakan. Saya beli di peternakan harganya 2000 per kilo," terangnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved