Kampus di Surabaya

Program Konservasi Toga Sukses di Mojokerto, UNESA Lirik 30 Meter Tanah Tak Terpakai di Sebelahnya

Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Masyarakat (KKN PPM) angkatan 2016 UNESA telah sukses mebangun Konservasi Toga (Tanaman Obat Keluarga).

Istimewa
Konservasi toga yang telah dibangun oleh KKN PPM UNESA Angkatan 2016. Green house berisi 77 jenis tanaman toga itu, mulai dikerjakan sejak 2 Agustus 2019 dan rampung Sabtu (9/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Masyarakat (KKN PPM) angkatan 2016 UNESA telah sukses mebangun Konservasi Toga (Tanaman Obat Keluarga).

Konservasi tersebut dibangun di Lembah Mbencirang, Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Mojokerto. Di luas lahan 5 meter x 10 meter itu, tertanam 77 jenis tanaman toga.

Ketua kegiatan tersebut, Vega Candra Dinata SPd MPd mengungkapkan, program kegiatan tersebut didanai oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

"Program tersebut sebenarnya diadakan atas evaluasi dari KKN PPM 2016 lalu. Kami melihat, kecamatan Gondang ini punya potensi untuk budidaya dan pembibitan tanaman toga yang bagus," papar Vega.

(Peringati Hari Bioetika Dunia, FK Universitas Airlangga Bahas Keragaman Budaya: Modal Berkembang)

Untuk itu, pembangunan konservasi tersebut, imbuh Vega, rasanya belum cukup.

2020 mendatang, ia berharap bisa kembali ke dusun tersebut dan melakukan program lanjutan, yakni pembibitan tanaman toga.

"Kami lihat, di sekitar lahan konservasi itu ada tanah sekitar 30 meteran yang bisa dimanfaatkan untuk pembibitan, dan kepala desanya juga berharap lahan tidak terpakai itu bisa dimanfaatkan," ungkap Vega.

Berbeda dengan konservasi tanaman toga yang ditujukan sebagai destinasi wisata edukasi.

Adanya program pembibitan yang direncanakan itu, lebih ditujukan untuk menunjang ekonomi warga sekitar.

Vega menjelaskan, melalui pembibitan tanaman toga itu, diharapkan warga bisa mengolah, memetik, dan menciptakan produk bernilai jual dari tanaman toganya.

"Tahun depan kami berencana kembali ke sana. Semoga proposal kami untuk program tersebut di 2020, bisa kembali di terima oleh Kemenristek Dikti," ujar Vega kepada TribunJatim, Senin (11/11/2019).

(Peringati Hari Bioetika Dunia, FK Universitas Airlangga Bahas Keragaman Budaya: Modal Berkembang)

Penulis: Hefty Suud
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved