Masuk Musim Hujan, BPBD Mojokerto Waspadai 4 Kecamatan Ini Masuk Daerah Rawan Longsor & Banjir

Masuk Musim Hujan, BPBD Mojokerto Waspadai 4 Kecamatan Ini Masuk Daerah Rawan Longsor & Banjir.

Masuk Musim Hujan, BPBD Mojokerto Waspadai 4 Kecamatan Ini Masuk Daerah Rawan Longsor & Banjir
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Pohon jenis Bendo dengan tinggi sekitar 80 Meter tumbang di Jembatan Cembor, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tumbang pada Minggu (20/10/2019). 

Masuk Musim Hujan, BPBD Mojokerto Waspadai 4 Kecamatan Ini Masuk Daerah Rawan Longsor & Banjir

TRIBUNMOJOKERTO.COM, MOJOKERTO - Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya, kondisi iklim Jatim termasuk Kabupaten Mojokerto diperkirakan memasuki perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.

Musim hujan dapat memicu terjadinya hidrometeorologi.

Seperti bencana tanah longsor, banjir, angin kencang maupun bencana pancaroba seperti angin puting beliung serta beberapa faktor dari lingkungan yang tak terawat dengan baik. Alih fungsi hutan, kebakaran hutan dan lahan serta budaya masyarakat membuang sampah sembarangan.

Pria asal Malang Ini Terima Bangkai Ayam dari Peternak Mojokerto, Siap Jual Keburu Diciduk Polisi

Sudah Dibuka Penerimaan CPNS di Kota Mojokerto, Simak Ketentuan dan Persyaratan Lewat Website Ini

BPBD Kabupaten Mojokerto Imbau Bencana Banjir, Ini Daftar Sungai Yang Rawan Banjir

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, dengan prakiraan cuaca dari BMKG Surabaya, masyarakat Mojokerto dihimbau mewaspadai beberapa hal ini.

"Karena Kabupaten Mojokerto memiliki beberapa wilayah topografi pengunungan," ungkapnya, Selasa (12/11/2019).

Masih kata Zaini, wilayah dengan topografi (bentuk permukaan bumi) pegunungan yang rawan longsor dan banjir bandang ada di 4 Kecamatan yakni Pacet, Trawas, Gondang dan Jatirejo.

Selama musim kemarau 2019, area hutan di wilayah Kabupaten Mojokerto terjadi kebakaran seluas 851,9 hektar.

"Ini berpotensi menimbulkan terjadinya bencana banjir dan longsor pada musim hujan tiba karena terbakarnya vegetasi hutan menyebabkan akar pepohonan tidak lagi cukup kuat untuk menahan curah hujan. Pohon yang rata-rata berusia tua pada saat musim penghujan berpotensi tumbang," katanya.

Ketika terjadi angin kencang, lanjut Zaini, dapat membahayakan masyarakat yang melintas di bawahnya. Ditambah sungai di wilayah Kabupaten Mojokerto ditumbuhi semak dan sampah pada musim kemarau sehingga berpotensi meluap dan menimbulkan bencana banjir ketika musim penghujan datang.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved