Hutan Pinus di Lahan Produksi Gunung Lawu di Magetan Terbakar

Sejak pagi hari warga Magetan melihat kepulan asap dari kaki Gunung Lawu bagian Utara(dari Magetan Kota), asap itu diduga dari terbakarnya semak-semak

Surya/ Doni Prasetyo
Kaki Gunung Lawu terlihat berasap dan semakin meluas sejak pukul 06.30, yang terus membesar dan merembet kearah Utara arak wilayah perbatasan Magetan - Ngawi. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sejak pagi hari warga Magetan melihat kepulan asap dari kaki Gunung Lawu bagian Utara (dari Magetan Kota), asap itu diduga dari terbakarnya semak-semak dan sebagian pohon pinus yang berada di kaki Gunung Lawu.

Hingga pukul 16.30, asap semakin meluas ke arah Utara perbatasan wilayah Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi. Asal api sesuai informasi dari Resor Pemangku Hutan (RPH) Bedagung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan berasal dari pembakaran sampah warga.

Keterangan yang dihimpun dari RPH Bedagung, kebakaran terjadi di hutan produksi, tepatnya di petak 57, masuk RPH Bedagung, Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Lawu Selatan.

"Sampai petang ini, upaya pemadaman api masih dilakukan petugas dari Perhutani dibantu TNI/Polri bersama masyarakat pinggiran hutan setempat," kata asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan Marwoto kepada Surya, Jumat (15/11).

Dikatakan Marwoto, kebakaran Gunung Lawu diketahui sudah siang, setelah mandor hutan setempat minta bantuan ke jajaran setempat untuk upaya pemadaman.

Satu Keluarga Tewas Dalam Insiden Kecelakaan Maut di Tol Gempol - Pasuruan

Solar Langka, Nelayan, Petambak dan Sopir di Lamongan Kelimpungan Membeli Solar

Aji Santoso Enggan Terburu-buru Tentukan Komposisi Center Bek Hadapi Laga Persipura Vs Persebaya

Kebakaran, lanjut Marwoto, terjadi di hutan produksi tanaman pinus, lokasinya hanya berjarak sekitar empat kilometer dari pemukiman warga.

"Petugas perhutani dibantu bala bantuan dari TNI/Polri dan masyarakat pinggiran hutan setempat langsung bergerak menuju dua lokasi titik api, untuk upaya pemadaman," jelasnya.

Sampai Jumat (15/11) petang, belum diketahui pasti luasan hutan yang terbakar. Lantaran petugas masih fokus di upaya pemadaman api itu.

"Setelah api berhasil dipadamkan, kami bersama aparat terkait akan melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran hutan ini,"kata Marwoto.

Sampai matahari tenggelam, upaya pemadaman di lokasi kebakaran masih berlangsung, masyarakat dan aparat berusaha membuat "ilaran" (penyekat) untuk memutus rembetan api agar tidak meluas.

Namun, kencangnya angin yang berhembus di lereng Gunung Lawu itu, membuat api cepat membakar pohon pinus dihutan produksi itu. (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved