Breaking News:

Dampak Musim Kemarau, Produksi Mawar di Kota Batu Malang Turun 50%

Petani bunga mawar di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mulai merasakan dampak musim kemarau dalam sebulan terakhir ini.

Penulis: Benni Indo | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Petani bunga mawar di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mulai merasakan dampak musim kemarau dalam sebulan terakhir ini.

Salah satu petani bunga mawar yang merasakan dampak musim kemarau adalah Achmad Azizir.

Petani asal Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini menyebut, ada penurunan produksi dalam sebulan terakhir ini.

Achmad Azizir mengatakan, biasanya satu kebun bisa memproduksi hingga seribu tangkai.

Namun, kini hanya memproduksi sekitar 700 an tangkai saja.

Tampaknya, cuaca panas membuat kelopak bunga tidak bisa mekar dengan baik.

“Akibat kekeringan, bunganya tidak terlalu bagus. Ya ada penurunan produksi, biasanya dapat 1000 tangkai kini dapat 700 tangkai. kalau sekarang ini kisaran 2500 meter persegi menghasilkan sekitar 3000-an,” ujar Achmad Azizir, Senin (18/11/2019).

Achmad Azizir menuturkan, produksi mawar yang selama ini ia hasilkan dikirim ke beberapa tempat di seluruh Indonesia.

Beberapa tempat itu di antaranya Jakarta, Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, Bandung, hingga Bali.

Turunnya produksi juga mengakibatkan volume pengiriman ke luar kota ikut turun.

Rampas HP Bocah 11 Tahun di Surabaya, Polisi Beri Hadiah Timah Panas di Kaki Kiri Pelaku

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved