Kaji Mbing Kumpulkan 2038 Tenaga Pendidik Honorer di Kabupaten Madiun

Kesejahteraan tenaga pendidik honorer menjadi perhatian utama Bupati Madiun, Ahmad Dawami.

Kaji Mbing Kumpulkan 2038 Tenaga Pendidik Honorer di Kabupaten Madiun
istimewa
Bupati Kaji Mbing mengumpulkan tenaga pendidik honorer di Kabupaten Madiun. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kesejahteraan tenaga pendidik honorer menjadi perhatian utama Bupati Madiun, Ahmad Dawami.

Oleh sebab itu, Bupati yang biasa disapa Kaji Mbing ini mengumpulkan tenaga honorer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Senin (15/11/2019) di Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban.

Dalam sambutannya, Kaji Mbing mengatakan sengaja mengumpulkan tenga honorer untuk mendengar langsung dan mengetahui apa saja kendala dan keluhan para tenaga honorer.

Dia ingin mengetahui masalah apa yang dihadapi oleh para tenaga honorer, sehingga dapat menjadi dasar bagi dirinya untuk membuat sebuah kebijakan.

Sebanyak 2038 tenaga honorer pada siang itu, hadir dan bertemu langsung dengan orang nomor satu di Kabupaten Madiun. Beberapa pwrwakilan di antara mereka dipersilahkan untuk menyampaikan keluhan mereka langsung ke bupati.

Beberapa tenaga honorer banyak yang menanyakan perihal nasib kepastian mereka untuk dapat diangkat menjadi ASN di Pemkab Madiun. Namun, Kaji Mbing, mengatakan keputusan tersebut tergantung dari kebijakan pemerintah pusat.

Marak Wartawan Abal-abal Memeras Kepala SD Penerima DAK, Kapolres Perintahkan ini ke Kapolsek

Polsek Waru Sidoarjo Akan Selidiki Kasus Percobaan Penculikan, Pihak Sekolah Imbau Ini

Solar Langka di Jombang, Pengusaha Perahu Penyeberangan Sungai Brantas Kelimpungan Tak Beroperasi

"Perlu diketahui bahwa anggaran untuk dunia pendidikan terus naik, untuk meningkatkan kualitas dan kerjasama di dunia pendidikan. Saya ingin tahu apa yang masih menjadi permasalahan tenaga honorer di Kabupaten Madiun," kata bupati dalam sambutannya.

Bupati mengatakan, anggaran untuk dunia pendidikan terus ditingkatkan. Namun dia berharap, anggaran bagi tenaga honores juga harus tepat sasaran.

"Ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu lembaga, keluarga dan faktor eksternal lainnya. Berbicara lembaga ini, berbicara infrasutruktur dan para pelaku dunia pendidikan (guru, operator dan lain sebagainya). Saya berharap tidak ada kendala di kesejahteraan mereka," terangnya kepada Tribunjatim.com.

Dia menuturkan, di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Madiun sangat memperhatikan masalah pendidikan. Buktinya, anggaran pendidikan yang bersumber dari dana APBD yang se sebelumnya 11 persen, kini naik menjadi 26 persen.

"Dan ini masih perlu diperhatikan, di titik tertentu masih kita lakukan untuk kesuksesan pendidikan. Dan dari sisi lingkungan kita mensuport melalui desa yaitu dari ADD, ada prioritas untuk pendidikan. Saya berani mahal untuk SDM masyarakat dan SDM birokrasi," imbuhnya. (rbp/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved