Istri Tak Ada di Rumah, Kakek di Bojonegoro Ajak Gadis Cilik Nonton Film Dewasa & Lakukan Dosa Lain

Istri Tak Ada di Rumah, Kakek di Bojonegoro Ajak Gadis Cilik Nonton Film Dewasa & Lakukan Dosa Lainnya

ISTIMEWA
Istri Tak Ada di Rumah, Kakek di Bojonegoro Ajak Gadis Cilik Nonton Film Dewasa & Lakukan Dosa Lainnya 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Seorang kakek di Bojonegoro nekat berbuat dosa ke gadis cilik tetangganya.

Kelakuan bejat LMJ (68), warga Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, memang tak patut dicontoh.

Pria yang sudah berusia setengah abad lebih itu bukan melakukan hal yang baik, malah justru sebaliknya.

Dia mencabuli sebut saja Bunga (8), yang tak lain merupakan tetangganya.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, kejadian pencabulan yang dilakukan LMJ kepada Bunga sudah dilakukan sejak Juli lalu.

Ganjaran Perwira Polisi Nakal Surabaya Seusai Tiduri 2 Istri Orang, Korban Alami Tindakan Memalukan

Saat itu korban sedang bermain di sekitar rumah pelaku, tiba-tiba pelaku memanggil korban untuk ditunjukkan video porno di ponselnya.

Lalu tangan korban dipegang pelaku dituntun ke bagian dapur, kemudian korban disuruh tidur terlentang.

"Setelah dibawa ke dapur lalu pelaku melakukan adegan yang tidak pantas terhadap korban. Berdasarkan keterangan sudah dilakukan selama 5 kali, aksi terakhir dilakukan 12 November kemarin, " ujar Kapolres saat ungkap kasus, Senin (18/11/2019)

Dia menjelaskan, perbuatan bejat pelaku itu dilakukan saat kondisi rumah dalam keadaan kosong.

Sebab istri pelaku berjualan sayur di kampung-kampung.

Kondisi rumah yang sepi itu dimanfaatkan LMJ untuk melampiaskan nafsu bejatnya kepada gadis di bawah umur.

Setelah melakukan aksi yang tidak patut tersebut, lalu korban disuruh kembali pulang dengan diberi uang Rp 5.000 dengan dalih untuk membeli jajan.

"Saat rumah kosong ditinggal istri jual sayur, pelaku ini memanggil gadis di bawah umur untuk dicabuli. Ada laporan lalu kita tindak lanjuti, hingga akhirnya pelaku ditangkap. Pelaku kita jerat dengan undang-undang anak, ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun," pungkasnya. (Surya/M Sudarsono)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Januar AS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved