Breaking News:

Kemarau Panjang 375 KK di Kota Kediri Bergantung Droping Air Bersih

Sekitar 375 KK warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri masih bergantung pada droping air bersih truk tangki PDAM. Sumur warga sejak

(Surya/Didik Mashudi)
Truk tangki PDAM melakukan droping air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kelurahan Pojok, Kota Kediri, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sekitar 375 KK warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri masih bergantung pada droping air bersih truk tangki PDAM. Sumur warga sejak akhir Oktober lalu telah mulai mengering.

Setiap hari warga masih mengandalkan droping air bersih dari truk tangki PDAM, DLHKP dan mobil tangki Kodim 0809 Kediri.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kediri Adi Sutrisno menyebutkan, masih 375 KK dengan sekitar 1.037 jiwa warga yang terdampak kekeringan di Kelurahan Pojok.

"Warga terdampak kekeringan berada di RW 05 yang tersebar di RT 24 sebanyak 80 KK, RT 25 ada 79 KK, RT 22 sekitar 103 KK dan RT 23 sebanyak 114 KK," jelasnya kepada Tribunjatim.com, Selasa (19/11/2019).

Adi menyebutkan, kebutuhan air bersih pokok minimal setiap KK sebanyak 30 -50 liter. Air bersih itu digunakan warga untuk mandi, masak, cuci baju, kebersihan rumah, air minum dan keperluan ibadah.

Lurah Pojok, Erly Maya Muryati menjelaskan, krisis air bersih di kelurahan yang dipimpinnya juga terjadi tahun lalu. Saat itu warga bisa mengatasinya secara swadaya. Namun tahun ini krisis air bersih telah dilaporan ke Pemkot Kediri.

Cecep Reza Bombom Meninggal Dunia, Sempat Update di Instagram Sedang Memotret Vanessa Angel

CPNS Pemkot Surabaya 2019 Paling Banyak Tenaga Pendidikan, Ini Link Download PDF Rincian Formasi

Sementara distribusi bantuan air bersih dari PDAM sudah dilakukan sejak akhir Oktober 2019 untuk warga terdampak yang tersebar di 4 RT.

Krisis air bersih yang dialami warga Kelurahan Pojok juga ditinjau langsung Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah yang menyaksikan proses droping air kepada warga terdampak kekeringan.

Pemkot Kediri bersama PDAM dan BPBD Kota Kediri setiap hari menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.

Lilik Muhibbah menyebutkan, droping air bersih bakal terus dilakukan kepada warga terdampak kekeringan di Kelurahan Pojok. Bantuan air bersih diharapkan bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan.

Sementara Direktur PDAM Kota Kediri Gatot Supriyono mengungkapkan, jika diukur secara geolistrik kedalaman air tanah di kawasan terdampak kekeringan sekitar 150 meter.

"Semua warga sebenarnya bisa dialiri air PDAM. Namun konsekuensinya membayar tapi dengan tarif yang minimalis seperti di Rusunawa," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Sebelumnya PDAM sudah membuat sumur di Lingkungan Jarakan yang berlokasi di belakang Kantor BNN Kota Kediri serta sudah dioperasionalkan.(dim/Tribunjatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved