Rumah Kolonial Eco-Resort Pasuruan Dilirik Jadi Tempat Event Nasional, Salah Satunya Tatler Ball

Rumah Kolonial Eco-Resort Pasuruan Dilirik Jadi Tempat Event Nasional, Salah Satunya Tatler Ball.

Rumah Kolonial Eco-Resort Pasuruan Dilirik Jadi Tempat Event Nasional, Salah Satunya Tatler Ball
SURYA/SRI HANDI LESTARI
(Dari kiri - kanan) Manager Program Yayasan Kaliandra Sejati, Sarifudin Latif bersama Custom Publishing & Production Director PT Mobiliari Stephindo Paulina Nani, dan CEO Spotlight Event Organizer Andre Setiawan, saat mengenalkan kegiatan rumah kolonial Kaliandra yang akan menjadi event society besar Indonesia pada 23 November mendatang. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Setelah diresmikan pada tahun 2018 oleh Dewi Soekarno, istri mendiang presiden pertama RI, Ir Soekarno, rumah kolonial di komplek Kaliandra Eco-Resort, Prigen, Pasuruan, terus dilirik untuk menjadi tempat event-event nasional.

Salah satu yang disiapkan untuk hadir di tempat tersebut adalah event society terbesar Tatler Ball. Yaitu event tahunan yang berlangsung sejak tahun 2001 dan menjadi event trendsetter bagi kalangan high society di Indonesia.

Paulina Nani, Custom Publishing & Production Director PT Mobiliari Stephindo (Mobiliari Group), mengatakan event ini akan menghadirkan para high-net-worth individual, konsulat jenderal negara sahabat, pemimpin organisasi sosial dan pebisnis terkemuka serta tamu-tamu lainnya.

Mendhes Olahan Lempuk Pasuruan, Rajin Ikut Pameran Jadi Kiat Sukses Raup Omzet 10 Juta Per bulan

KIAT Sukses Mendhes Lempuk Crispy Pasuruan, Manfaatkan Potensi Daerah Jadi Usaha Bermodal 1 Juta

"Sekaligus menjadi perayaan 19 tahun majalah Indonesia Tatler dan momen peluncuran majalah Tatler Surabaya, yang pertama kalinya kami gelar di daerah," kata Paulina saat di Rumah Kolonial Eco-Resort Prigen, Pasuruan, Senin (18/11/2019).

Kegiatan Tatler Ball 2019 akan berlangsung pada Sabtu (23/11/2019), dan ditargetkan ada 200 tamu yang hadir. Bertema Masquerade Party, kegiatan akan berlangsung dua sesi. Pada siang hari, berbagai kegiatan akan ditampilkan. Diantaranya live band, instant noodle and chicken porridge booths, mini combie bar dan penampilan atraktif dari salah satu DJ Surabaya, DJ Rara de Syorez.

"Bagi tamu yang ingin mengetahui peruntungannya, di tahun 2020, juga dapat mengunjungi Madame Tan di Tarot Room selama acara berlangsung," tambah Andre Setiawan, CEO Spotlight Event Organizer, yang mengatur kegiatan di hari H mendatang.

Sementara pada malam harinya, ada gala dinner yang menampilkan sensasi hidangan lezat olahan chef berkelas dengan bahan baku hidangannya bersumber langsung dari pertanian organik yang dikelola secara mandiri oleh Yayasan Kaliandra Sejati.

Berbagai minuman, seperti cocktail, mocktail, dan wine juga akan disajikan mengiringi dansa para tamu yang ditemani oleh Dance Instructur dengan iringan musik dari Daily Musictainment Band.

Sejumlah hadiah menarik juga diberikan dengan melalui lucky draw Business class ticket rute Jakarta - Tokyo - Jakarta, unyun dua orang persembahan dari Japan Airlines (JAL).

"Tidak hanya pesta, kami juga menggelar kegiatan sosial dengan memberikan dukungan donasi bagi pengembangan kearifan budaya lokal, menjaga alam dan lingkungan," tambah Paulina.

Sarifudin Latif, Manager Program Yayasan Kaliandra Sejati, menambahkan Rumah Kolonial Kaliandra merupakan gedung dengan arsitektur khas Belanda tempo dulu yang berdiri megah di lahan seluas 40 hektar.

"Berjarak 2 jam dari kota Surabaya, rumah kuno ini memiliki atmosfer yang tenang kerena jauh dari hiruk pikuk kota. Pemandangan sekitar dari gedung ini juga sangat asri karena gedung ini berada pas di depan Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit," ungkap Sarifudin.

Rumah Kolonial Kaliandra merupakan karya dari arsitek kelahiran Pasuruan yang bernama Atmadja Tjiptobiantoro. Rumah megah ini dibangun di bawah naungan Yayasan Kaliandra, sebuah yayasan yang juga bergerak di bidang usaha perkebunan.

Saat membangun gedung ini, Atmadja melakukan semua desainnya sendiri, tanpa bantuan satu arsitek pun. Sehingga tidak heran jika desain dari gedung ini sangat mirip dengan desain rumah aslinya yang terletak di kota Pasuruan.

"Rumah asli tersebut dibangun tahun 1880. Dan rumah kolonial Kaliandra ini dibuat semirip mungkin," tambah Sarifudin.
Mulai dari desain gedung, interior, pernak-pernik dan keramiknya semua dibuat serupa dengan rumah asli.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved