Breaking News:

Pasca Minta Bandingkan Soekarno dan Nabi, Sukmawati Harus Minta Maaf ke Ulama Madura

Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura menilai, aksi unjuk rasa menuntut Sukmawati Soekarnoputri dipenjara sebaiknya ditanggapi bijaksana

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Abadikini.com
Sukmawati Soekarnoputri 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam menilai timbulnya aksi unjuk rasamenuntut Sukmawati Soekarnoputri dipenjara sebaiknya harus ditanggapi dengan bijaksana.

Surokim menilai, dalam menyikapi isu kali ini, semua pihak harus bergerak, tak hanya Sukmawati saja, namun juga pemerintah, hingga masyarakat secara umum.

Surokim Abdussalam, dosen komunikasi politik dan dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM) . foto istimewa
Surokim Abdussalam, dosen komunikasi politik dan dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM) . foto istimewa (Istimewa)

Surokim pun berharap Sukmawati segera minta maaf, atas aksi viralnya membandingkan IR Soekarno dan Nabi Muhammad SAW dalam konteks kemerdekaan Indonesia.

"Menurut kami, perlu (minta maaf). Salah satunya, ke ulama di Madura. Itu salah satu jalan dari menurunkan tensi. Selain itu, Ibu Sukma harus berkomitmen bahwa kasus ini juga menjadi yang terakhir," kata Surokim kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (22/11/2019).

(Warga dan Ulama Pamekasan Datangi DPRD, Desak Sukmawati Soekarnoputri Ditangkap dan Diproses Hukum)

Pihak pemerintah melalui kepolisian juga sebaiknya menindaklanjuti laporan terhadap Sukmawati. Menurutnya, perlu ada efek jera yang membuat Sukma tak mengulangi hal tersebut.

"Apalagi, ini bukan yang pertama dilakukan Ibu Sukma. Kami menilai harus ada efek jera sehingga tak menimbulkan gejolak kembali di masyarakat," katanya.

Penyidikan proses hukum melalui kepolisian juga akan membuka proses peradilan.

Sehingga, Sukma maupun pelapor bisa menunjukkan masing-masing dalil yang memberatkan atau sebaliknya.

"Di proses persidangan kan juga didatangkan ahli bahasa. Sehingga, nanti akan terlihat apakah Ibu Sukma memang menistakan agama atau tidak. Bisa dibuktikan di sana," katanya.

Selain itu, pemerintah juga harus membuka forum diskusi dengan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved