Breaking News:

Jalur Pemandu Tuna Netra di Gresik Mengarah Tepat ke Selokan, Berpotensi Bahayakan Difabel

Jalur pemandu atau guiding block untuk penyandang tuna netra di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo tepatnya di depan RSUD Ibnu Sina disoroti warga.

SURYA/WILLY ABRAHAM
Guiding Block di jalur pedestrian depan RSUD Ibnu Sina bahayakan penyandang kaum difabel, Minggu (24/11/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Jalur pemandu atau guiding block untuk penyandang  tuna netra di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo tepatnya di depan RSUD Ibnu Sina disoroti warga.

Guiding block dinilai terkesan asal-asalan saat dipasang. Sebab, pemasangannya terputus di depan lubang selokan.

Dikhawatirkan jika tidak segera mendapat perhatian, penyandang disabilitas bisa terjatuh ke dalam selokan tersebut.

Selain itu, tidak ada pagar pembatas atau jarak pemisah di ujung pedestrian tersebut.

(VIRAL Wanita Mutilasi Teman Kos Gara-gara Kucing Kesayangan Dibunuh, Mayat Ditemukan Pejalan Kaki)

Pantauan di lapangan, terdapat sejumlah pekerja tengah beraktivitas di dalam selokan tepat di bawah jalan keluar menuju IGD RSUD Ibnu Sina.

Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi mengaku heran mengapa tidak ada pagar pembatas di proyek tersebut.

Padahal sangat berbahaya, apabila ada penyandang disabilitas melintas.

"Bahaya itu kalo tidak segera ditutup. Bahkan untuk orang normal kalau tidak diberi pembatas juga bahaya," ujarnya, Minggu (24/11/2019).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Gunawan belum memberikan tanggapan.

Saat dihubungi melalui telepon maupun pesan singkat tidak merespon.

Surya berusaha menghubungi Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTR Gresik, Dianita Tri Astuti namun tidak kunjung direspon.

Reporter: Surya/Willy Abraham

(Hasil Sidak Diam-diam DPRD Blitar, Cor Beton Proyek Jembatan Rp 4,7 M Rontok Saat Dipukul)

 

Penulis: Willy Abraham
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved