Sekolah Bijak Plastik di Trenggalek, Manfaatkan Sampah untuk Kerajinan dan Bantu Sesama

Beberapa siswa di SDN 1 Karanganyar, Kabupaten Trenggalek sibuk memilah plastik-plastik bekas di depan salah satu ruang kelas.

Sekolah Bijak Plastik di Trenggalek, Manfaatkan Sampah untuk Kerajinan dan Bantu Sesama
AFLAHUL ABIDIN/SURYA
Para siswa membuat kerajinan dari limbah plastik di SDN 1 Karanganyar, Kabupaten Trenggalek, Selasa (26/11/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Beberapa siswa di SDN 1 Karanganyar, Kabupaten Trenggalek sibuk memilah plastik-plastik bekas di depan salah satu ruang kelas.

Plastik-plastik limbah yang layak kemudian dilipat, ditali, digunting, dan ditata hingga menjadi sebuah pola mirip bunga.
Plastik yang sedang dipakai oleh anak-anak itu merupakan sampah yang dipungut dari lingkungan sekitar sekolah.

"Ini sedang buat baju dari bahan plastik bekas," kata Agista Widya salah satu siswa kepada Tribunjatim.com.

Untuk membuat satu baju plastik, para siswa membutuhkan waktu sekitar 2-3 pekan. Itu pun cara bikinnya keroyokan.
Selain untuk dipajang sebagai karya daur ulang, baju-baju tersebut juga dipakai untuk diperagakan para siswa di even sekolah. Seperti saat acara wisuda.

Sejak 2017, SDN 1 Karanganyar tersebut telah menerapkan pola lingkungan bijak plastik. Sampah-sampah plastik di lingkungan sekitar sekolah dipungut dan dipilah.

Bebi Romeo Ciptakan Lagu Bunga Terakhir untuk Meisya Siregar, Download dan Lirik Lengkap di Sini!

Timnas U-23 Indonesia Vs Thailand, Evan Dimas Berharap Skuat Garuda Muda Main Tanpa Beban

Barbie Kumalasari Jujur Utang Uang Rp 3 M Demi Pamer Saldo ATM? Istri Galih Ginanjar Ungkap 1 Sosok

Selain untuk baju daur ulang, sampah plastik juga dimanfaatkan menjadi tas, hiasan dinding, dan tempat duduk mini.
Prameswari Raharjo, siswa lain yang sedang membuat tempat duduk mini, mengatakan, sudah lebih dari setahun ikut program bijak sampah di sekolah.

Ia mengaku senang karena kegiatan itu mengasyikan, di sela-sela kegiatan belajar mengajar.

"Apalagi buatnya mudah. Enggak susah-susah gitu," katanya kepada Tribunjatim.com.

Bijak plastik tercetus karena banyaknya sampah plastik yang ada di sekitar lingkungan sekolah beberapa tahun lalu.
Sumirah, Kepala SDN 1 Karanganyar, menceritakan, awalnya banyak sampah yang berserakan di sekitar lingkungan sekolah.

Salah satunya, berasal dari sampah plastik pedagang makanan ringan yang berjualan di depan gerbang saat jam istrahat dan pulang sekolah.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved