Tanggul Bengawan Solo Ambles Terus Menerus di Tuban, Pemkab Larang Penambangan Pasir & Sedot Air

Tanggul Bengawan Solo Ambles Terus Menerus di Tuban, Pemkab Larang Penambangan Pasir & Sedot Air.

Tanggul Bengawan Solo Ambles Terus Menerus di Tuban, Pemkab Larang Penambangan Pasir & Sedot Air
Humas Pemkab Tuban
Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein saat mengecek kondisi tanggul bengawan solo di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Rabu (27/11/2019) 

Tanggul Bengawan Solo Ambles Terus Menerus di Tuban, Pemkab Larang Penambangan Pasir & Sedot Air

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Tanggul Bengawan Solo di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Tuban ambles selama beberapa bulan terakhir. 

Meski sudah dilakukan perbaikan, kondisi amblesnya tanggul Bengawan Solo masih berlangsung.

Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein memberikan perhatian atas keberadaan tanggul sungai terpanjang di Jawa tersebut.

APBD Tuban 2020 Disahkan Rp 2,6 Triliun

Pendaftar CPNS 2019 Kabupaten Tuban Diperebutkan 6.724 Pelamar, Kuota yang Tersedia Cuma 349

Pelamar CPNS 2019 di Tuban Capai 6.724 Orang, Pendaftaran Ditutup Hari Ini Pukul 23.11 WIB

Dia melarang aktivitas tambang pasir di sekitar lokasi. Selain itu juga melarang penyedotan air secara berlebihan radius 600 meter dari titik longsor.

"Saya melarang penambangan pasir sungai dan penyedotan air secara berlebihan, karena membahayakan kondisi tanggul," ujarnya kepada wartawan menanggapi kondisi tanggul Bengawan Solo, Rabu (27/11/2019).

Dia menjelaskan, jika aktivitas tambang pasir di sungai dan penyedotan air terus dilakukan, maka dampaknya akan membahayakan kondisi tanggul.

Terlebih jika musim hujan air bengawan solo bisa meluber, nanti warga yang akan terkena dampaknya.

"Sangat membahayakan sekali jika kondisi tanggul terus amblas," ungkapnya.

Pria yang juga sebagai Ketua DPC PKB Tuban itu menyatakan, jika kepala desa tidak mampu memberi penjelasan kepada warga sekitar, maka bisa meminta bantuan kepada pihak kecamatan.

Kepala Desa harus melakukan sosialisasi maupun upaya persuasif agar warga desa bisa memahami kondisi penanganan tanggul.

"Jika memang kewalahan, Kades bisa berkoodinasi dengan kecamatan maupun kabupaten untuk diambil tindakan yang diperlukan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, panjang titik tanggul di sekitar lokasi yaitu 125 meter. Namun untuk yang amblas sekitar 80 meter, dengan kedalaman 2,5 meter sampai 3 meter.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved