Pariwisata Makin Populer, Pemkot Batu Bakal Jadikan Tiap Desa & Kelurahan Tujuan Wisata

Pariwisata Makin Populer, Pemkot Batu Bakal Jadikan Tiap Desa & Kelurahan Tujuan Wisata

Pariwisata Makin Populer, Pemkot Batu Bakal Jadikan Tiap Desa & Kelurahan Tujuan Wisata
SURYA/BENNI INDO
Pemandangan perkebunan di Cangar, Kota Batu 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Potensi Wisata di Kota Batu tidak pernah ada habisnya.

Menyongsong Industri 4.0, pariwisata di Kota Batu semakin populer.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono mengatakan, ia memiliki rencana untuk menjadikan setiap desa dan kelurahan yang ada di Kota Batu sebagai tujuan wisata.

2021 Pemkot Batu Akan Bangun Sekolah Dasar Negri di Desa Sumber Brantas

Pemerintah Kota Batu Anggarkan 2,5 Milyar untuk Pembangunan Perpustakaan Umum Dekat Alun-Alun

SPSI Kota Batu Temukan Perusahaan Buat Laporan Dobel UMK, Pemkot : Pemprov Jatim Berhak Beri Sanksi

“Saya ingin semua desa dan kelurahan menjadi tujuan wisata karena ada potensi di setiap kelurahan dan desa yang ada di Kota Batu. Ada stroberi, ada rafting, ada bunga mawar, dan ada air terjun. Jadi saya berharap setiap desa punya paket wisata,” ujar Imam, Kamis (28/11/2019).

Rencana itu juga sejurus dengan visi dan misi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yakni Desa Berdaya, Kota Berjaya. Saat ini, Pemkot Batu tengah merealisasikan agar setiap kelurahan dan desa di Kota Batu bisa menjadi tujuan wisata.

Imam meyakini, jika setiap kelurahan dan desa di Kota Batu bisa menjadi tujuan wisata, maka akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Setelah itu akan meningkatkan daya saing sehingga bis amenekan kemiskinan dan pengangguran warga.

“Pengembangan ini diharapkan bisa mengangkat masyarakat berdaya guna. Kalau bisa mengangkat desa, berarti bisa mengangkat masyarakat. Jika seperti itu, maka ada pertumbuhan ekonomi sehingga menekan angka pengangguran. Tapi ini tidak bisa selesai setahun, paling tidak sepanjang kepemimpinan Wali Kota,” ungkapnya.

Di sisi lain, pengembangan wisata di Kota Batu juga menyasar pada mega proyek. Seperti rencana pengadaan kereta gantung serta pembangunan pasar tradisional yang modern. Apalagi saat ini sudah ada sistem Smart City di Kota Batu, sehingga bisa dimanfaatkan untuk menarik wisatawan datang ke Kota Batu.

“Kami ada smart city, saya juga ingin di desa pakai CBT yakni Community Based Tourism. Itu adalah program dari pusat yang bisa menghubungkan desa ke kementerian. Ini yang ada hubungannya dengan 4.0,” ujar Imam.

Pesatnya perkembangan wisata, Pemkot Batu menargetkan jumlah wisatawan mencapai 5,6 juta jiwa pada 2019. Imam menjelaskan target itu realistis ketika cakupan pengunjung di vila dan home stay ikut dihitung. Angka 5,6 juta jiwa itu diambil dari jumlah pengunjung atau wisatawan di Kota Batu pada periode Januari 2018 sampai November 2018.

"Target tahun 2018 itu sebanyak 5,2 juta jiwa. Ternyata realisasinya mencapai 5,6 juta jiwa,” ujar Imam.

Jumlah perhitungan pada 2018 itu tanpa menghitung wisatawan yang menginap di vila dan home stay.

“Kalau misalnya home stay dan vila masuk perhitungan hotel, tentu target kami lebih dari 5,6 juta orang. Sesuai peraturan, wisatawan yang dihitung hanya pengunjung hotel dan daerah tujuan wisata (DTW),” imbuh Imam.

Sampai akhir November 2018, jumah wisatawan yang berkunjung ke DTW sebanyak 4.881.326 jiwa. Sedangkan wisatawan yang menginap di hotel sebanyak 722.967 jiwa. Jadi total wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu sebanyak 5.604.293 orang. Wisatawan domestik atau nusantara masih mendominasi.

Dinas Pariwisata menargetkan beberapa program unggulan pada tahun 2019 ini, seperti pembentukan desa wisata. Sekarang Pemkot menyiapkan Dusun Brau, Desa Gunungsari sebagai desa wisata pada tahun 2019 ini. Daerah di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini punya potensi peternakan susu sapi, pertaniannya, dan tempat wisata alam

Penulis: Benni Indo
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved