Lippo Group Dikabarkan akan Hengkang dari OVO, Nggak Kuat 'Bakar Uang' Terus, Ini Tanggapan OVO

Lippo Group mengakui bahwa pihaknya harus rela menjual lebih dari 70 persen aset saham yang ada pada aplikasi penyedia layanan digital OVO.

Instagram.com/ovo_id
Lippo Group mengakui bahwa pihaknya harus rela menjual lebih dari 70 persen aset saham yang ada pada aplikasi penyedia layanan digital OVO. Pendiri Lippo Group Mochtar Riady mengatakan saat ini, saham Lippo di PT Visionet International (OVO) hanya tersisa 30 persen. 

Lippo Group Dikabarkan akan Hengkang dari OVO, Nggak Kuat 'Bakar Uang' Terus, Ini Klarifikasinya

TRIBUNJATIM.COM - Masyarakat utamanya kaum milenial tentu sudah tidak asing lagi dengan dompet digital OVO.

Ya, kini memang banyak bermunculan variasi dompet digital di masyarakat.

Dompet digital seperti GOPAY, OVO, atau DANA, hadir sebagai alat pembayaran cashless atau non tunai.

Diperiksa KPK 15 Jam, Bos Lippo Group Mantan Narapidana Korupsi Kembali Ditahan

Saat ini pembayaran dengan model cashless memang cukup diminati masyarakat karena tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang tunai.

Selain itu, manfaat lain yang didapat yakni banyaknya promo mulai dari cashback hingga diskon-diskon menarik yang ditawarkan.

Namun, kabarnya OVO akan berhenti menerima suntikan dana dari Lippo Group.

Suntikan Dana Desa Pemkab Tuban Tahun Ini Meningkat Rp 29 Miliar Lebih

Sebagai informasi, Lippo Group merupakan salah satu pemegang saham utama di OVO.

Isu terkait 'bakar uang' pun tiba-tiba mencuat ke publik akibat pelepasan sebagaian saham dari Lippo Group untuk OVO.

Dikutip dari Kompas.com, Lippo Group mengakui bahwa pihaknya harus rela menjual lebih dari 70 persen aset saham yang ada pada aplikasi penyedia layanan digital OVO.

Halaman
1234
Editor: Ficca Ayu Saraswaty
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved