Ingatkan Masyarakat Berolahraga, Pemkab Blitar Gelar Kompetisi Sepak Bola Usia 40 Tahun

Pemkab Blitar menggelar kompetisi sepak bola usia 40 tahun ke atas yang memperebutkan piala Bupati mulai 2-15 Desember 2019.

Ingatkan Masyarakat Berolahraga, Pemkab Blitar Gelar Kompetisi Sepak Bola Usia 40 Tahun
Surya/samsul hadi
Peserta kompetisi sepak bola U-40 foto bersama sebelum memulai pertandingan, Senin (2/12/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pemkab Blitar menggelar kompetisi sepak bola usia 40 tahun ke atas yang memperebutkan piala Bupati mulai 2-15 Desember 2019.

Kompetisi itu diikuti sebanyak 27 tim perwakilan dari instansi dan semua kecamatan di Kabupaten Blitar.

Kompetisi sepak bola usai 40 tahun ke atas dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Diparbudpora) Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, di Lapangan Bendosewu, Kecamatan Talun, Senin (2/12/2019) sore.

Sebanyak 27 tim peserta kompetisi berasal dari Pemkab Blitar, Polres Blitar, Kodim, Kemenag, Dinas Pendidikan, dan 22 kecamatan di Kabupaten Blitar. Kompetisi dibagi menjadi sembilan grup dan pelaksanaannya dibagi menjadi empat wilayah.

Keempat wilayah itu, yakni, Lapangan Bendosewu, Lapangan Sutojayan, Lapangan Kanigoro, dan Lapangan Srengat. Untuk babak sembilan besar akan dilaksanakan mulai 19-24 Desember 2019.

Sedangkan untuk babak semi final dan final dilaksanakan pada 27 Desember 2019 dan 29 Desember 2019 di Lapangan Bendosewu.

Menyamar Pakai Jilbab, Pelajar di Kota Kediri ini Masuk Kamar Kos Cewek Digerebek Warga

Dalam sambutannya, Sehendro mengatakan kompetisi ini untuk menguatkan silaturahmi antar-pecinta sepak bola khususnya yang berusia di atas 40 tahun. Selain itu, kompetisi ini juga untuk mengingatkan warga yang berusia 40 tahun ke atas agar rajin berolahraga.

"Dengan berolahraga, stamina tetap terjaga baik, dan memudahkan masyarakat untuk beraktifitas," kata Suhendro kepada Tribunjatim.com.

Dia berharap melalui sepak bola usia 40 tahun ke atas akan menyadarkan masyarakat pentingnya olahraga. Dengan berolahraga akan tercipta badan yang sehat dan di dalam badan sehat terdapat jiwa yang kuat.

"Jiwa yang kuat ini sebagai modal menuju kejayaan di Kabupaten Blitar seperti masa lalu," katanya kepada Tribunjatim.com.

Menurutnya, masa lalu Blitar merupakan daerah kecil yang menjadi poros kebesaran di tanah Nusantara. Dia menyebut sejumlah nama seperti Ken Arok, Raden Wijaya, Bung Karno, Bung Karni, dan Supriyadi, yang merupakan di antara deretan nama besar yang berjasa terhadap kejayaan Nusantara.

"Mereka semua memiliki ikatan historis dengan Blitar. Sehingga layak kalau Blitar disebut bumi para Raja atau Land of Kings," kata Suhendro. (adv/sha/Tribunjatim.com)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved