SMPN 2 Tulungagung Gelar Bimbel, Wali Murid Keberatan Kena Pungut Rp 500 Ribu

Sejumlah wali murid kelas IX SMPN 2 Tulungagung, Jawa Timur mengeluh, karena anak mereka diwajibkan ikut bimbingan belajar (Bimbel) di sekolah.

SMPN 2 Tulungagung Gelar Bimbel, Wali Murid Keberatan Kena Pungut Rp 500 Ribu
david yohanes/surya
Wakasek Kesiswaan SMPN 2 Tulungagung, Hadi W menunjukkan buku-buku LKS Bimbel. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sejumlah wali murid kelas IX SMPN 2 Tulungagung, Jawa Timur mengeluh, karena anak mereka diwajibkan ikut bimbingan belajar (Bimbel) di sekolah.

Untuk mengikuti pelajaran tambahan selepas jam belajar ini, setiap anak diwajibkan membayar Rp 500.000.

Bagi siswa yang tidak bisa membayar, mereka diancam tidak akan mendapatkan kartu ujian semester dan Ujian Nasional.

“Sabtu kemarin ketua kelas dikumpulkan pihak sekolah. Setelah itu ketua kelas disuruh membagikan kartu ujian semester bagi yang sudah melunasi uang bimbel,” ujar seorang wali murid bersatus ASN.

Sementara yang belum membayar uang Bimbel, maka kartu ujian masih ditahan.

Bahkan dengan ancaman, kartu tidak akan dibagikan sampai melakukan pelunasan uang Bimbel.

“Anak juga capai, karena sudah ikut Bimbel di luar. Di sekolah juga diwajibkan ikut Bimbel,” keluh sumber tadi.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Tulungagung, Amri membatah mewajibkan siswa kelas IX ikut Bimbel dan membayar.

Sebab menurutnya, Bimbel diadakan atas dasar kesepakatan wali murid.

Program ini juga sudah berlangsung beberapa tahun sebelumnya.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved