Kadin Jatim Dorong UMKM Urus Sertifikasi Halal

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengimbau pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sektor makanan dan minuman (Mamin)

Kadin Jatim Dorong UMKM Urus Sertifikasi Halal
sugiharto/surya
Salah satu UMKM kopi dari Jember yang sudah mendapatkan sertifikat Halal dengan difasilitasi oleh Bank Indonesia. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengimbau pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sektor makanan dan minuman (Mamin) yang ada di Jatim untuk segera mengurus sertifikasi halal.

Imbauan ini menyusul kebijakan Kementerian Agama yang mewajibkan pelaku usaha mamin untuk mencantumkan label halal di setiap produk yang mereka jual per 17 Oktober 2019. Dan memberi tenggang waktu selama lima tahun, tepatnya hingga 17 Oktober 2024, bagi pelaku UMKM mamin untuk mengajukan proses sertifikasi.

Wakil Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menegaskan bahwa selama ini UMKM memang belum banyak yang mengurus sertifikat halal.

"Selain karena proses dianggap rumit, biaya juga dianggap relatif mahal. Biaya sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta dan berlaku hanya selama dua tahun, membuat mereka enggan mengurus sertifikat halal. Mereka menganggap biaya tersebut terlalu mahal bagi umkm," ungkap Adik, dalam rilis yang diterima Selasa (3/12/2019).

Disamping itu, pelaku UMKM juga belum menyadari pentingnya sertifikat dalam persaingan perdagangan global. Padahal pasar produk halal sangat besar. Selain pasar dalam negeri, pasar produk halal luar negeri juga sangat potensial, seperti di Timur Tengah, Malaysia, Singapura dan Thailand.

“Kalau mereka tidak segera menyadari dan mengurusnya, produk mereka akan tersingkir. Sekarang saja, hampir seluruh produk luar negeri yang masuk ke Indonesia sudah ada label halal di kemasannya,” kepada Tribunjatim.com.

Info Terbaru CPNS 2019 Per 3 Desember, Jumlah Pelamar CPNS 2019, 8 Instansi Masih Buka Pendaftaran

RESPON Polisi Tulungagung Soal Kematian 8 Sapi Diduga Diracun, Kendala Tiada Bangkai Jadi Alat Bukti

Hingga saat ini, jumlah UMKM di Jatim yang telah mengurus sertifikasi halal masih belum mencapai 50 persen. Bahkan data Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Jatim, UMKM yang telah memiliki sertifikasi halal baru 40 persen.

Sementara data Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, UMKM Jatim didominasi oleh sektor mamin. Dari 12,1 juta umkm di Jatim, 60 persen adalah pengusaha mamin.

Diikuti fashion sebesar 30 persen, sisanya perhiasan dan Pernik. Meski mendominasi, tetapi mereka masih saja mengaku kesulitan mendapatkan sertifikat halal.

“Artinya, potensi UMKM mamin kita sangat besar. Atas dasar itu, Kadin berupaya mendorong dan berjanji memfasilitasi mereka untuk mendapatkannya. Kadin Jatim juga akan menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak yang berwenang agar proses itu lebih mudah, misalnya dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kalau perlu, kami juga akan melakukan pendampingan dan pelatihan,” pungkas Adik yang saat ini menjadi calon kuat Ketua Umum Kadin Jatim periode 2019-2024.(Sri Handi Lestari/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved