Bocah 4 Tahun Tewas Minum Obat di Madiun

Pemilik Klinik yang Merawat Balita di Madiun Membantah Salah Memberi Obat

Kulit Noval melepuh setelah menjalani perawatan dan meminum obat dari Klinik Pratama Wahyu Husada, Desa Dimong, Kecamatan/Kabupaten Madiun.

Pemilik Klinik yang Merawat Balita di Madiun Membantah Salah Memberi Obat
SURYA.CO.ID/RAHADIAN BAGUS
Tarmiati (40) tak kuasa menangis, saat almarhum puteranya Muhammad Noval Muhtarom (4) dibopong keluar dari rumahnya untuk dimakamkan. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Seorang balita bernama Muhamad Noval Muhtarom (4) meninggal dunia dengan kondisi tidak wajar, Rabu (4/12/2019) pagi sekitar pukul 04.00 WIB.

Sebagian kulit tubuhnya, di bagian tangan, dada, wajah, dan punggung melepuh.

Kulit Noval melepuh setelah menjalani perawatan dan meminum obat dari Klinik Pratama Wahyu Husada, Desa Dimong, Kecamatan/Kabupaten Madiun.

Pihak keluarga menduga, obat yang diberikan klinik tersebut menjadi penyebab kulit tubuh Noval melepuh, dan menyebabkan nyawa anak pertama pasangan Sadikan (38) dan Tarmiati (40) meninggal dunia.

Kejadian ini bermula ketika Noval mengalami panas dan batuk, pada Sabtu (31/11/2019). Orangtuanya kemudian membawanya ke klinik Wahyu Husada yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya, pada Minggu (1/12/2019) sekitar pukul 05.00 WIB, karena mengalami panas dan demam.

Pemilik Klinik Wahyu Husada, Sumijati membenarkan bahwa Novel sempat berobat pada Minggu (1/12/2019) pagi. Saat itu, Noval dibawa orang tuanya berobat ke kliniknya Minggu sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah diperiksa oleh perawat jaga, ternyata Noval mengalami sakit panas, batuk, dan pilek.

BREAKING NEWS: Dibawa ke Rumah Sakit, Bocah 4 Tahun di Madiun Meninggal Dunia Setelah Minum Obat

Tim Intelijen Kejagung Dan Kejati Jatim Tangkap Mantan Kepala BPN Surabaya 2 Atas Kasus Ini

Penyelundupan Benih Lobster Antar Negara, Polda Jatim: Kejar Penghubung Jaringan Sembunyi di Bogor

"Saat diagnosa masuk, anak ini sakit panas, batuk, pilek. Obat yang kami berikan sudah sesuai," kata Sumijati kepada wartawan, saat ditemui di kliniknya kepada Tribunjatim.com, Rabu (4/12/2019).

Sumijati, menegaskan pihaknya telah memberikan obat sesuai dengan diagnosa penyakit yang diderita Noval.

Setelah mendapat obat, Noval bersama orangtuanya pulang ke rumah. Namun, malam harinya, Minggu (1/12/2019) sekitar pukul 22.00 WIB, Noval bersama orangtuanya kembali ke klinik karena kondisinya semakin parah dengan tanda bintik-bintik merah di sekitar mulut.

Perawat yang saat itu memeriksa Noval kemudian memberikan obat dengan resep berbeda dari obat yang diberikan sebelumnya.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved