PNS Kemenag Kabupaten Madiun Akhirnya Ditahan dalam Kasus Pungli Pencairan TPP Guru

Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun akhirnya mengeksekusi seorang PNS Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Madiun, terdakwa kasus pungli pencairan TPP

PNS Kemenag Kabupaten Madiun Akhirnya Ditahan dalam Kasus Pungli Pencairan TPP Guru
(Surya/Rahadian bagus)
Tim Kejari Kabupaten Madiun akhirnya mengeksekusi Suprapto, terdakwa kasus korupsi pungutan liar 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun akhirnya mengeksekusi seorang PNS Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Madiun, terdakwa kasus pungli pencairan TPP kalangan guru yang ada di bawah naungan Kemenag Kabupaten Madiun selama 2013 hingga 2014.

Tim Kejari Kabupaten Madiun akhirnya mengeksekusi Suprapto setelah amar putusan dari Mahkamah Agung terkait kasasi kasus Suprapto ini turun. Terdakwa bernama Suprapto, langsung dijebloskan ke dalam Lapas Klas I Madiun, Selasa (3/12/2019) kemarin.

Dalam putusannya, MA menyatakan Suprapto bersalah dalam kasus korupsi pemotongan tunjangan profesi pendidik (TPP) guru agama di lingkungan Kemenag Kabupaten Madiun, pada 2013 hingga 2014.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Dzakiyul Fikri, kepada wartawan mengatakan pihaknya telah melaksanakan putusan kasasi atas tindak pidana korupsi yang dilakukan Suprapto.

"Dengan putusan kasasi ini, sehingga perkara tindak korupsi dengan terdakwa Suprapto sudah berkekuatan hukum tetap," katanya kepada wartawan di kantor Kejari Kabupaten Madiun.

Dalam putusan itu, Suprapto dinyatakan bersalah dan dihukum penjara selama satu tahun enam bulan Suprapto juga harus membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara.

Fikri mengatakan, kasus ini mencuat dan disidangkan sejak 2015. Suprapto telah mengikuti persidangan di PN Tipikor Surabaya dan dituntut hukuman penjara dua tahun enam bulan. Majelis hakim akhirnya memutus hukuman satu tahun enam bulan penjara.

Akan tetapi Suprapto melakukan banding hingga kasasi. Hingga akhirnya turun putusan Kasasi yang sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

"Hari ini telah dilaksanakan eksekusi karena putusan dari MA telah kami dapatkan. Yang bersangkutan terbukti bersalah, sesuai dengan Pasal 11 UU No. 31/1999 yang diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jadi ini sudah inkracht. Kasus ini sudah dinyatakan tuntas," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Siang itu, setelah penandatangan berkas berita acara pelaksanaan putusan pengadilan, terdakwa langsung dibawa ke Lapas Klas I Madiun untuk menjalani hukuman.

Frustasi dengan Pasangan, DJ Tempat Hiburan di Surabaya Kosumsi Tiga Jenis Narkotika

Seusai Jadi Penyelamat Timnas U-23 Vietnam Lawan Singapura, Ha Duc Chinh Diminta Lakukan Tes Doping

FAKTA BARU Praktik Spamming Kartu Kredit Komplotan Hacker Surabaya, Sering Incar Warga Negara Eropa

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved