Akan Dihadiri Menteri BUMN, Kadin Jatim Dorong Pemerintah Bagi Porsi Lebih Banyak Pengusaha Swasta

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim akan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) ke 7 pada 18-20 Desember 2019 mendatang.

Akan Dihadiri Menteri BUMN, Kadin Jatim Dorong Pemerintah Bagi Porsi Lebih Banyak Pengusaha Swasta
istimewa
Luthfil Hakim, Humas dan Publikasi Musprov ke-7 Kadin Jatim bersama M Rizal, Ketua Panitia Musprov ke 7, serta Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Organisasi Deddy Suhajadi, saat menjelaskan kegiatan Musprov yang akan digelar 18-20 Desember 2019 di Surabaya, Jumat (6/12/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim akan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) ke 7 pada 18-20 Desember 2019 mendatang.

Rencananya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (Men BUMN), Erick Tohir dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, akan hadir di kegiatan yang digelar di Hotel Shangrila Surabaya tersebut.

"Kehadiran Men BUMN dan Kepala BKPM diharapkan bisa mendorong pemerintah menambah porsi swasta dalam keterlibatannya pada pembangunan," kata M Rizal, Ketua Panitia Musprov ke 7, Jumat (6/12/2019).

Kegiatan dengan tema "Melalui Muprov VII kita wujudkan reorientasi peran pelaku usaha di tengah gelombang disrupsi teknologi informasi” itu, ditargetkan menjadi momen penting untuk menindaklanjuti keputusan Rapimnas di Bali. Keputusan itu juga keinginan Presiden Jokowi yang diucapkan disaat Rapimnas.

"Bahwa ke depan, Presiden akan lebih prioritaskan swasta dibanding pemerintah atau BUMN. Beliau mengatakan apabila swasta mampu BUMN tidak akan turun," tambah Rizal kepada Tribunjatim.com.

Ketua DPD RI LaNyalla Harapkan Pemerintah Prioritaskan Pengusaha Lokal

Dispudpar Jatim Luncurkan Kalender Wisata, Semarakkan Even Budaya Jatim 2020

Dan itu memang spirit BUMN sebagai trigger kebutuhan masyarakat. Misalnya, Indonesia negara kepulauan. Ada beberapa daerah yang belum tersentuh. Disitu Pelni meletakkan kapal. Sehingga ekonomi tumbuh. Ini adalah peluang dan tantangan.

"Kami harus mempersiapkan diri," lanjut Rizal kepada Tribunjatim.com.

Selama ini, BUMN justru menjadi kompetitor bagi swasta untuk proyek dalam negeri. Bahkan mereka cenderung melakukan monopoli dengan mendirikan anak perusahaan hingga cucu perusahaan agar bisa menguasai seluruh pekerjaan.

BUMN yang kuat dan besar seharusnya tidak bertarung di dalam negeri saja tetapi harus keluar dan bersaing di pasar global. Sehingga negara tetap mendapatkan devisa dari luar dan yang di dalam negeri bisa dikerjakan oleh swasta.

"Peluang harus diberikan kepada swasta sehingga mereka menjadi kuat dan mampu bersaing dengan swasta global. Saat ini swasta negara tetangga sudah banyak yang masuk di negara kita, tetapi kita belum melihat swasta di negara kita bersaing di negara tetangga," tambah Luthfil Hakim, Humas dan Publikasi Musprov ke-7 Kadin Jatim.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Organisasi Deddy Suhajadi, menambahkan, langkah ini merupakan peluang dan pekerjaan berat bagi swasta.

"Karena perlu pengkajian dan kesiapan, perizinan, permodalan dan kualitas SDM. Sehingga percepatan bisa dicapai," komentar Deddy.

Sementara itu, Musprov adalah agenda wajib yang dilaksanakan setiap lima tahun yang dihadiri oleh seluruh Kadin Kabupaten Kota serta asosiasi yang bernaung di bawah Kadin Jatim.

"Ada beberapa agenda yang akan dilaksanakan selain pemilihan Ketua Umum Kadin Jatim, juga ada seminar dan diskusi panel yang akan dihadiri oleh Menteri BUMN dan Kepala BKPM," tandas Luthfil.(Sri Handi Lestari/Tribunjatim.com)

 

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved