Siswa Terseret Ombak Pantai Trianggulasi

Pantai Trianggulasi Kerap Kali Memakan Korban, Jadi Lokasi Hilangnya Tiga Bocah SMP di Banyuwangi

Ada dugaan ketiga bocah tersebut melanggar aturan yakni, larangan berenang di kawasan pesisir Pantai Trianggulasi, Kabupaten Banyuwangi.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Elma Gloria Stevani
Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo
Pantai Trianggulasi 

Beruntung satu di antara bocah itu, Reza nyawanya masih dapat diselamatkan oleh beberapa warga yang kebetulan memancing tidak jauh dari lokasi mereka tenggelam.

"Korban Reza saat itu selamat karna ditolong oleh 4 orang saksi, yang saat itu sedang mancing," ujar Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Namun nahas, nyawa ketiga bocah lainnya tak tertolong.

Senapan Angin Ilegal di Kabupaten Lumajang Ternyata Dijual di Daerah Rawan Konflik

Menurut Kombes Pol Frans Barung Mangera, hingga saat ini ketiga bocah itu masih belum ditemukan.

Petugas gabungan dari Kepolisian, Basarnas, TNI dan Relawan masih terus berjibaku mengatur strategi dalam melaksanakan proses pencarian dan penyelamatan terhadap korban.

"Kami masih berupaya selamatakan korban. Tentu telah berkoordinasi dengan banyak pihak, pencarian akan terus kami lakukan," pungkas Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Adapun tiga orang pelajar yang terseret ombak di Pantai Trianggulasi merupakan warga di Kecamatan Tegaldlimo dan masih mengenyam bangku kelas dua SMP, namun hanya berbeda desa semata.

Diantaranya, Desta (14) warga Dusun kutorjo, Rt 24/IV Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.

Sulton (14) warga Dusun Gempoldampit, rt 44/V Desa Kedungwung, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.

Dan, Redi (14) warga Dusun Dambuntung, RT 2/I Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.

Polda Jatim Ungkap Sindikat Penjual Senapan Angin Rakitan di Lumajang, Beroperasi Sejak 2015

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved