Direkayasa, Air PDAM Lamongan Berangsur Normal

Sepekan ini kondisi air PDAM Lamongan Jawa Timur yang terimbas air Bengawan Solo mengalami perubahan warna yang menjijikkan.

Direkayasa, Air PDAM Lamongan Berangsur Normal
surya/Hanif Manshuri
Kondisi air Bengawan Solo diduga tercemar limbah dikeluhkan warga Lamongan, Selasa (10/12/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Sepekan ini kondisi air PDAM Lamongan Jawa Timur yang terimbas air Bengawan Solo mengalami perubahan warna yang menjijikkan.

Upaya perusahaan berpelat merah melakukan ekstra rekayasa untuk mengembalikan air mendekati normal, seperti sebelum tercemar.
Ikhtiar PDAM Lamongan kini mulai membuahkan hasil dan berangsur normal.

Kondisi air baku Bengawan Solo di intake PDAM Lamongan secara bertahap juga mulai berubah.

"Pagi ini yang jelas dari pantauan petugas kami kondisi air baku di intake bertahap berubah," kata Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahfudi kepada Surya.co.id, Rabu (11/12/2019).

Menurut Ali, perubahan secara bertahap yang terjadi di air baku dari Bengawan Solo tersebut juga mempengaruhi hasil olahan yang ada di Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM.

"Hasil olahan di IPA Babat dan IPA Plosowahyu sudah kembali normal. Hanya saja yang didistribusikan di pelanggan butuh proses lagi," katanya kepada Tribunjatim.com.

Warga Kapasan Surabaya Digegerkan Dengan Mayat Kakek

Dua Hari Dua Malam Pesta Miras Oplosa, 1 Tewas, 2 Dirawat Intensif di RS Intan Lamongan

Diduga Tercemar Limbah, Air Bengawan Solo yang di Lamongan Berubah Warna Jadi Hitam

Ia memperkirakan, distribusi air PDAM ke pelanggan Kamis besuk (12/12/2019) di wilayah pelangan yang berada di ujung sudah mulai normal kembali.

Bahkan di sejumlah tempat di Lamongan juga sudah berangsur - angsur normal seperti, di wilayah Jalan Kusuma Bangsa Lamongan. "Insya Allah Kamis besuk di wilayah ujung sudah normal kembali," katanya kepada Tribunjatim.com.

Seperti diketahui, warga di sekitar aliran Bengawan Solo di Lamongan mendapati air sungai berubah warna menjadi coklat kehitaman sejak akhir pekan kemarin. Diduga akibat air Bengawan Solo tercemar limbah pewaran batik milik perusahaan yang ada di wilayah hulu Jateng. (Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved