Keluhan Warga di Kota Blitar Lubang Bekas Galian Fiber Optik Belum Ditutup, Bahayakan Pengendara

Keluhan Warga di Kota Blitar Lubang Bekas Galian Fiber Optik Belum Ditutup, Bahayakan Pengendara.

Keluhan Warga di Kota Blitar Lubang Bekas Galian Fiber Optik Belum Ditutup, Bahayakan Pengendara
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kondisi lubang bekas galian proyek fiber optik di Jl Bali, Kota Blitar, Jumat (13/12/2019). 

Di sejumlah ruas jalan lainnya di Kota Blitar masih banyak lubang bekas galian fiber optik yang dibiarkan menganga.

"Kalau pekerjaannya sudah selesai seharusnya langsung ditutup kembali, biar tidak membahayakan warga," katanya.

Kondisi lubang bekas galian fiber optik yang masih dibiarkan terbuka memang masih banyak. Selain di Jl Bali, kandisi serupa juga terlihat di Jl Sudanco Supriyadi, Jl Veteran, Jl A Yani, serta di wilayah Kelurahan Rembang dan Kelurahan Karangsari.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Blitar M Aminurcholis, mengatakan sudah sering mendapat keluhan dari masyarakat soal kondisi lubang bekas galian proyek fiber optik.

Kondisi lubang yang dibiarkan terbuka itu memang membahayakan masyarakat.

Dia sudah sering memperingatkan rekanan untuk langsung menutup lagi lubang setelah pemasangan kabel selesai. Selain itu, dia juga meminta rekanan agar memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lubang galian.

"Kami sering dapat keluhan dari warga, bahkan dari teman-teman OPD lainnya. Kami sudah memperingatkan rekanan agar segera menutup lubang kalau pekerjaan sudah selesai," kata Aminurcholis.

Dikatakannya, pekerjaan pembangunan jaringan fiber optik memang belum selesai 100 persen. Sampai sekarang progres pekerjaan baru mencapai 83 persen. Proses pekerjaan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2019.

"Sekarang masih ada pekerjaan pemasangan kabel di beberapa titik. Kami minta rekanan segera menyelesaikan pekerjaan," ujarnya.

Seperti diketahui, pembangunan jaringan fiber optik tahap pertama ini ada 131 titik. Jaringan fiber optik itu akan disambungkan ke sejumlah OPD, kelurahan, kecamatan, dan sebagian instansi vertikal. Anggaran untuk pembangunan fiber optik tahap pertama ini mencapai Rp 10 miliar.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved