Tahun Depan, Kabupaten Madiun Serius Garap Wisata Desa

Wisata merupakan sektor penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itulah, pada 2020 Kabupaten Madiun akan lebih serius lagi

Tahun Depan, Kabupaten Madiun Serius Garap Wisata Desa
surya/Hanif Manshuri
Wisata Papringan Kali Kerto, yang ada di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun yang dikembangkan pemuda desa setempat. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Wisata merupakan sektor penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itulah, pada 2020 Kabupaten Madiun akan lebih serius lagi dalam menggarap potensi wisata di tiap desa.

"Pada 2020, kami nanti akan berangkat by data. Kami akan mendata potensi di 198 Desa di Kabupaten Madiun. Kemudian kami berharap nanti akan mengerucut, dan pada 2020 nanti akan ada wisata di tingkat kecamatan yang kita prioritaskan sebagai wisata andalan," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun, Anang Sulistijono saat dikonfirmasi, Kamis (12/12/2019) siang.

Untuk bisa mewujudkan hal itu, pada 2020, 14 kecamatan di Kabupaten Madiun diminta melakukan pendataan potensi wisata desa dan wisata desa yang sudah ada untuk dikembangkan. Dengan demikian, masing-masing kecamatan di Kabupaten Madiun memiliki satu destinasi wisata andalan.

"Akan kami data ulang, start Januari 2020. Selama ini yang ada di data kami baru 17 desa, tentunya sekarang sudah bertambah. Target akan kami launching pada saat hari jadi Kabupaten Madiun," katanya kepada Tribunjatim.com.

Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2019 Pemprov Jatim Diumumkan pada 16 Desember 2019

Polda Jatim Kantongi Berkas Perjanjian Kontrak Kerja Pembangunan SDN Gentong Pasuruan

Nyangkruk Bareng Karang Taruna, Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Serap Aspirasi Anak Muda

Anang menuturkan, wisata yang dikembangkan bisa beragam jenisnya, misalnya sport tourism, wisata budaya, edukasi, religi, wisata alam, atau wisata kuliner.

"Wisata memiliki artian luas, dilihat sesuai potensi di masing-masing desa dan kecamatan," terangnya kepada Tribunjatim.com.

Untuk sumber dana, kata Anang, bisa bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), dan juga sinergitas antara pemerintah daerah, provinsi, dan pemerintah pusat.

"Pelengkapnya nanti ketika sudah disepakati objek wisata itu sudah menjadi prioritas tingkat kecamatan atau tingkat kabupaten," katanya. (rbp/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved