Penipuan Online via Facebook di Pasuruan

Sindikat Penipuan Online Antar Provinsi Dibongkar, Tiga Pelaku Nekat Menipu Demi Biaya Hidup

Tiga pelaku dalam sindikat penipuan online digulung Satreskrim Polres Pasuruan Kota mengaku, uang hasil penipuan digunakan untuk biaya hidup.

TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
SURYA / GALIH LINTARTIKA LUAR BIASA : Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander saat merilis hasil ungkap kasus sindikat penipuan online. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Tiga pelaku yang termasuk dalam sindikat penipuan online digulung oleh Satreskrim Polres Pasuruan Kota mengakui uang hasil penipuan digunakan untuk biaya hidup.

Tiga tersangka yang ditangkap dalam kasus ini, yaitu Mashudi (35), Rahmat Hidayat (18) dan Muhammad Ababil (19) warga Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Rahmat Hidayat, salah satu tersangka mengaku uang hasil penipuan itu digunakan untuk biaya hidup.

Rahmat Hidayat menyebut, dirinya dan dua temannya tidak memiliki pekerjaan tetap.

"Tidak punya pekerjaan. Biasanya setelah dapat uang, kami bagi rata. Dan setelah itu ya habis untuk biaya hidup," kata Rahmat Hidayat.

KRONOLOGI Penangkapan Sindikat Penipuan Online, Tipu Korban Rp 22,5 Juta, Palsukan BPKB dan STNK

PDIP Cari Pengganti Risma di Surabaya, Indah Kurnia: Saya Pernah Ditawari Taufiq Kiemas

Terkadang Rahmat Hidayat menggunakan uang hasil penipuan online untuk membeli kebutuhan hidup.

Semisal handphone, dan keperluan lainnya.

Rahmat Hidayat mengaku, nekat menipu ini untuk mendapatkan uang. 

Awalnya Rahmat Hidayat hanya ikut-ikutan saja.

Namun, seiring berjalannya waktu, Rahmat Hidayat keasyikan menipu orang hingga sekarang.

Halaman
1234
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved