Air Bengawan Solo Tercemar Limbah, Pemkab Lamongan Keluarkan Edaran Larangan untuk Sawah & Tambak

Air Bengawan Solo Tercemar Limbah, Pemkab Lamongan Keluarkan Edaran Larangan untuk Sawah & Tambak.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
SURYA/HANIF MANSHURI
kondisi air Bengawan Solo di Lamongan, Rabu (18/12/2091) 

Air Bengawan Solo Tercemar Limbah, Pemkab Lamongan Keluarkan Edaran Larangan untuk Sawah & Tambak

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Tercemarnya air Bengawan Solo dari limbah industri yang diduga dari salah satu industri di Jawa Tengah Timur kini berimbas pada para petani tambak dan masyarakat Lamongan.

Air dari sungai dipastikan belum memenuhi syarat untuk kebutuhan pertanian dan budidaya perikanan, termasuk untuk kebutuhan memasak.

Bahkan larangan pemakaian air Bengawan Solo untuk pertanian tersebut diperkuat dengan surat edaran yang dikeluarkan Pemkab Lamongan.

Ratusan Kades Baru di Lamongan Mendapat Pembekalan, Ini Tujuannya

Hasil Putusan Inkracht Selama 4 Bulan, Barang Bukti Sabu Hingga Anggur Dimusnahkan Kejari Lamongan

Ide Mulia Pemuda Lamongan Galang Sedekah Sampah

Ditanda tangani Plt Asisten Ekbang Pemkab Lamongan Pujo Broto Awan P, pihaknya mengeluarkan edaran nomor 050 /1286/413/021/2019 yang dikirimkan ke seluruh camat di Lamongan terkait kondisi air sungai Bengawan Solo.

"Karena ada beberapa petani yang berharap akan menggunakan air Bengawan solo untuk sawah dan tambaknya, padahal tidak layak," kata Pujo, Rabu (18/12/2019).

Surat larangan sementara pemakaian air Bengawan Solo untuk pengairan sawah tambak, menurut Pujo, didukung dengan hasil pengujian laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Perum Jasa Tirta.

Hasil Lab, sementara bahwa kualitas air Sungai Bengawan Solo belum memenuhi syarat untuk kebutuhan pertanian dan budidaya perikanan.

Namun kata Pujo, pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium secara lengkap.

Menurut Pujo, Pemkab Lamongan bersama Perum Jasa Tirta I terus mengupayakan agar kualitas air Sungai Bengawan Solo di wilayah Lamongan segera normal dan dapat difungsikan kembali untuk kebutuhan pertanian dan budidaya perikanan.

Pihaknya telah mengirimkan edaran pada para camat di seluruh Lamongan yang isinya meminta para camat untuk memberikan himbauan pada para petani.

Meminta masyarakat agar menghindari penggunaan air Sungai Bengawan Solo untuk kebutuhan pertanian dan budidaya perikanan sampai dengan kualitas air sungai kembali normal.

"Kalau pasokan untuk PDAM masih bisa, karena air sudah melalui proses," kata Pujo.

Ia berharap agar edaran ini disampaikan ke petani di Lamongan. Jika pada saatnya nanti kualitas air Bengawan Solo sudah normal juga akan diinformasikan secepatnya kepada masyarakat.

Diketahui, air Bengawan Solo di Lamongan sempat berubah warna menjadi coklat kehitaman (10/12/2019).

Perubahan warna di Bengawan Solo ini juga sempat masuk ke PDAM Lamongan yang menjadikan sungai Bengawan Solo sebagai air baku meski saat ini sudah berangsur normal.

Tercemarnya air Bengawan Solo diduga tercemar limbah industri batik dari hulu Jawa Tengah.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved