Kabupaten Trenggalek Raih Predikat Kinerja Terbaik Penyaluran Dana Desa

Kabupaten Trenggalek meraih predikat kinerja terbaik penyaluran dana desa selingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kediri.

Kabupaten Trenggalek Raih Predikat Kinerja Terbaik Penyaluran Dana Desa
istimewa
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (tengah) menerima penghargaan predikat kinerja terbaik penyaluran dana desa dari KPPN Kediri, Rabu (18/12/2019). 

TRIBUNJATIM.COM,TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek meraih predikat kinerja terbaik penyaluran dana desa (DD) selingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kediri.

KPPN Kediri menyerahkan penghargaan itu dalam rapat koordinasi, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan dana alokasi khusus fisik dan dana desa 2019 untuk percepatan penyaluran tahun 2020, Rabu (18/12/2019).

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, yang menerima penghargaan secara simbolis, berterima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada Pemkab Trenggalek.

Ia menyebut, predikat kinerja terbaik itu diraih berkat kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di pemkab.

"Saya hadir secara pribadi di sini juga untuk menyampaikan apresiasi saya kepada rekan-rekan mulai dari Bappedalitbang, Bakeuda, Inspektorat, Dinas PMD dan juga OPD yang lain," ungkap pria yang akrab disapa Mas Ipin itu kepada Tribunjatim.com.

Meski meraih predikat itu, Mas Ipin menyebut proses penyaluran dana desa belum ideal apabila merujuk pada ritme yang didorong oleh Presiden.

"Karena Presiden Jokowi sekarang mendorong terus untuk evidence based budgeting, performance based budgeting and spending. Kita perlu mengikuti ritme beliau, salah satunya saya minta Bappeda untuk perencanaan dikawal lagi, lebih baik lagi," imbuhnya.

Ratusan Senpi Diperiksa Propam Polres Tulungagung, 5 Senpi Ditarik Gegara Polisi Tak Lolos Psikologi

Kaget Jadi Pencetak Gol Terbanyak Madura United, Beto Goncalves Bocorkan Kunci Jebol Gawang Lawan

Untuk penyaluran dana desa, tambah Mas Ipin, dinas terkait harus terus berkoordinasi dengan Bappedalitbang. Tujuannya untuk memprioritaskan pembangunan nasional dan kabupaten.

"Apa saja mandatory yang harus dilakukan oleh desa. Termasuk konvergensi stunting. Meskipun kita terbaik konvergensi stunting menurut versi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, tetapi jangan hanya berhenti di level Kabupaten, di Desa juga harus seperti itu," imbuh Mas Ipin.

Mas Ipin mengklaim, penurunan stunting di Trenggalek sudah sekitar separuh, yakni dari 40 persenan menjadi sekitar 20 persen.

"Semoga KPPN juga memantau hal itu. Jadi kita coba lakukan yang terbaik untuk Indonesia lebih baik seperti cita-cita Presiden, SDM-nya unggul Indonesia maju," pungkasnya. (aflahulabidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved