Polisi Periksa 11 Saksi Tewasnya Guru SMPN di Jombang, Namun Kasus Masih Gelap

Kasus tewasnya Eli Marida (47) guru SMP Negeri 1 Perak, Jombang, belum menunjukkan perkembangan berarti, meskipun peristiwanya sendiri sudah berlangsu

kolase TribunJatim.com
Kasus guru SMP di Jombang yang tewas bersimbah darah 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Kasus tewasnya Eli Marida (47) guru SMP Negeri 1 Perak, Jombang, belum menunjukkan perkembangan berarti, meskipun peristiwanya sendiri sudah berlangsung sepekan lalu.

Sejauh ini, polisi sudah meminta keterangan 11 saksi untuk mengungkap kasus ini.

Baik dari pihak keluarga maupun tetangga dan orang-orang sekitar lokasi kejadian atau rumah korban. Polisi terus bekerja untuk mengungkap misteri kematian istri Edi Purnomo (48) ini.

"Belum ada perkembangan. Sudah 11 saksi yang kami minta keterangan," kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Ambuka Yudha kepada Tribunjatim.com, Sabtu (28/12/2019).

Suami korban, Edi Purnomo (48), berharap kasus ini segera terungkap. Meski dia sendiri terkesan enggan diwawancari lebih rinci.

Ditemui di rumahnya, Desa Temuwulan Kecamatan Perak, Edi hanya menyebut dua buah barang yang hilang milik Eli pasca kejadian tersebut. Yakni telepon seluler dan dompet berisi KTP, kartua ATM dan beberapa kartu pengenal lainya.

"Harapan saya pelaku segera tertangkap dan dihukum sesuai dengan yang dia lalukan. Saya juga ingin tahu apa motif pelaku melakukan (pembunuhan) ini," terang Edi kepada Tribunjatim.com.

Penyebab Guru SMP Jombang Tewas Bersimbah Darah Seusai Mengajar Terkuak? Polisi Beri Pernyataan Baru

Pesilat PSHT di Jombang Tewas Saat Latihan, Polisi Periksa Dua Terduga Pelaku dan Enam Saksi

VIDEO Detik-detik Baju Wali Kota Risma Basah Kuyup Saat Ikut Padamkan Kebakaran UFO Jalan Kertajaya

Diberitakan, Eli Marida ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Jombang, Sabtu (21/12/2019).

Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban baru saja pulang setelah mengajar di SMP Negeri 1 Perak.

Mayat korban pertama kali ditemukan pihak keluarga dalam keadaan terlentang dan bersimbah darah di depan kamar mandi di rumah tersebut. Korban tewas dengan luka parah di bagian kepala.

Polisi belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban sekaligus motif dan berapa jumlah pelaku yang menghabisi korban.

Hanya saja, di Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi menemukan sebuah paving stone balok atau batako ukuran besar serta pisau dapur yang bengkok, yang keduanya terdapat bercak darah .

Dua benda tersebut diduga dipakai pelaku menganiaya korban hingga meninggal.

Saat peristiwa terjadi, pintu rumah tak terkunci dan korban sendirian di rumahnya. Selain itu di sekitar mayat korban juga ditemukan sejumlah perhiasan yang berceceran. (Sutono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved