Terdakwa Asal Madura Yang Divonis Penjara Seumur Hidup, Pengacara : Tak Sesuai Fakta

informasi yang diterima Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Bea Cukai Surabaya, bahwa ada pengiriman dua paket kotak kardus diduga berisi narkotika,

TribunJatim.com/Samsul Arifin
Terdakwa Samsul Hadi saat jalani sidang di PN Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penasehat hukum terdakwa Samsul Hadi kasus penyelundupan sabu-sabu seberat 10 kilogram, Rudhy Wedhasmara menilai putusan majelis hakim tidak sesuai dengan fakta yang terungkap dalam persidangan.

"Sebenarnya terdakwa ini orang yang dikorbankan. Dia Kena tipu, korban rayuan dan karena ada keterpaksaan akhirnya terpaksa melakukan transaksi narkotika itu," kata Rudhy saat dikonfirmasi usai persidangan, Senin, (30/12/2019). 

Sedangkan saat ditanya apakah akan melakukan upaya hukum, Rudhy mengaku menunggu keputusan dari terdakwa. 

"Kami tidak bisa memaksa terdakwa. Untuk keputusan banding atau tidak saya tunggu dari terdakwa," pungkasnya. 

Diketahui, Kasus ini berawal dari informasi yang diterima Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Bea Cukai Surabaya, bahwa ada pengiriman dua paket kotak kardus diduga berisi narkotika, jenis sabu-sabu. 

Satroni Kos di Kawasan Kampus ITS Surabaya, Terdakwa Murdjito Divonis Setahun Penjara

Bahayakan dan Melukai Pengendara Lain, Pria Asal Surabaya ini Divonis 4 Bulan Penjara

Pengiriman tersebut melalui jasa perusahaan eksport import dari Malaysia menuju Sampang, Madura.

Kardus warna coklat itu berisi satu buah Asian Super Gypsum warna putih yang didalamnya berisi tiga kantong plastik narkotika jenis sabu dengan berat masing-masing 1.109 gram, 1.081 gram, 1.090 gram,1.084 gram, 1.119 gram, 1.188 gram, satu roll selang kompor gas, tiga bungkus Kopi, tiga bungkus susu, empat botol pewangi  pakaian, sembilan bungkus bumbu masak, satu ikat bawang putih, lima belas sarung tangan, tiga cetok, empat Handphone, uang tunai Rp 300 ribu dan satu unit sepeda motor merk Honda Vario warna hitam dengan nomor polisi M-5336-PO.

Untuk satu kardus lainnya, dengan Nomor Resi 37608 berisi satu Asian Super Gypsum warna putih yang di dalamnya berisi dua kantong yang  berisi Narkotika jenis sabu dengan berat 1.101 gram, 1.059 gram, 1.079 gram, 1.071 gram, satu roll selang, dua roll kabel, satu bungkus pampers, satu Amplifier, satu Gergaji Listrik, satu Mata gergaji listrik, dua Cetok Semen, lima puluh enam sachet kopi, sepuluh bungkus bumbu masak serta 1 (satu) jerigen cairan latex mortar.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved