Jadi Atensi di 2020, Kejati Jatim Fokus Tangani Kasus P2SEM & YKP Surabaya, Kajati: Tak Menyerah

Jadi Atensi di 2020, Kejati Jatim Fokus Tangani Kasus P2SEM & YKP Surabaya, Kajati: Tak Menyerah

Jadi Atensi di 2020, Kejati Jatim Fokus Tangani Kasus P2SEM & YKP Surabaya, Kajati: Tak Menyerah
TRIBUNJATIM.COM/Syamsul Arifin
Kepala Kejati Jatim Mohammad Dofir saat membeberkan data capaian kinerja jajarannya sepanjang tahun 2019, Selasa (31/12/2019). 

Jadi Atensi di 2020, Kejati Jatim Fokus Tangani Kasus P2SEM & YKP Surabaya, Kajati: Tak Menyerah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam capaian kinerja tahun 2019 ini Kejati Jatim berupaya menyelesaikan kasus korupsi yang menjadi tunggakan tahun ini. 

Seperti kasus dugaan korupsi dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Pemprov Jatim 2008 dan kasus dugaan korupsi Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Surabaya

Dikatakan Kepala Kejati Jatim Mohammad Dofir ada beberapa kendala dalam penanganan kasus P2SEM. Seperti meninggalnya saksi kunci perkara itu dr. Bagoes. 

Ikuti Perkembangan Zaman, Kejati Jatim Punya Aplikasi yang Wakili 7 Bidangnya, Sudah Tahu?

Ahmad Dhani Bebas, Kejati Jatim Harap Masa Percobaan Suami Mulan Jameela Dipakai Sebaik-baiknya

Bertajuk Perempuan Berdaya Indonesia Maju Kejati Jatim Gelar Upacara Peringati Hari Ibu

"Kasus ini (P2SEM) memang menarik. Meski sulit tanpa adanya saksi kunci, tapi kita tidak menyerah dan belum kami hentikan penyidikannya,” ujarnya, Selasa, (31/12/2019). 

Dari keterangan dr Bagoes inilah disebut 15 nama anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 yang diduga menyelewengkan dana hibah senilai Rp 200 miliar dari program P2SEM.

Sebagai tindak lanjut atas keterangan itu, Kejati Jatim pernah melakukan pemeriksaan 15 orang anggota DPRD Jatim yang diduga ikut menikmati aliran dana P2SEM.

“Saat ini kami menggandeng PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) untuk menelusuri aliran dana P2SEM. Mudah-mudahan segera ada progres,” terangnya. 

Sementara terkait kasus YKP KMS, Dhofir juga menyatakan saat ini masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pihaknya sendiri sudah bersurat dan meminta pada BPKP untuk segera menuntaskan perhitungan kerugian negara atas kasus korupsi YKP.

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved