Cidera, Empat Pendaki Gunung Lawu di Magetan Dievakuasi , Seorang Mengalami Hipotermia

Empat pendaki yang muncak (naik gunung), ke Gunung Lawu magetan, Selasa (31/12-2019) mengalami cidera dan terpaksa harus dievakuasi

Surya/ Doni Prasetyo
im pencari beranggotakan 63 personil, yang di pimpin Hendri dari BPBD Magetan langsung bergerak cepat naik ke Puncak Gunung Lawu untuk mengevakuasi keempat korban yang cidera dan terserang hipotermia itu. 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Empat pendaki yang muncak (naik gunung), ke Gunung Lawu, Selasa (31/12-2019) mengalami cidera dan terpaksa harus dievakuasi dari Pos V ke Pos 1 pintu masuk pendakian di Cemorosewu, Plaosan, Magetan dengan menggunakan tandu.

Dari keempat korban itu, seorang diantaranya mengalami hipotermia (tubuh mengalami tekanan suhu dingin) sehingga secepatnya harus dievakuasi dengan menggunakan tandu, dari Puncak Gunung Lawu menuju Pos 1 untuk mendapat pertolongan medis yang sudah menunggu dibawah.

Nouval (20), pendaki yang terkena hipotermia dan sudah mengalami sesak nafas itu warga Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, dievakuasi lebih dulu agar segera mendapat pertolongan medis.

Sekitar 63 personil dari berbagai lembaga diantaranya BPBD Magetan, Basarnas, Paguyuban Giri Lawu (PGL), SAR MTA, Rumah Zakat, MDMC 2, AB BPBD, DIMPA UNSA, Giri Bahana, Cakrawala, Himalaya, Lindungi Hutan, dan Mapala Pasla.

Kasus diketahui seorang pendaki terkena hipotermia di Puncak Lawu setelah Aji (17) warga Desa Sumodikaran, Bojonegoro bersama Ahmad Mufid juga warga Desa Sumodikaran, Bojonegoro teman satu tim korban turun ke Base Camp pendaki di Timur Pintu masuk pendakian.

Risma Instruksikan Semua ASN Surabaya Siaga Bencana di 2020, Sampai Pasang Radio Rig & Monitor Cuaca

Kecelakaan di Tol Gempol Pasuruan, Sopir Menangis, Polisi Belum Bisa Mintai Keterangan

Nikita Mirzani Sambangi Lokasi Banjir di Ciledug, Klaim Artis yang Mau Cebur-Ceburan di Banjir

"Saya lihat Nouval tidur di tenda, dibawah Pos V. Saat bangun tiba tiba mengeluh sulit bernafas dan dada rasanya sesak.Kemudian teman teman mencarikan makan dan minum," kata Aji kepada petugas yang ikut melakukan evakuasi kepada Surya, Jumat (2/1-2020).

Baru setelah itu Aji bersama Aditya turun mencari bantuan ke Hargo Dumillah tempat Mbah Jarwo, pemilik warung satu satunya di Puncak Gunung Lawu, namun saat itu Mbah Jarwo tidak ditemukan di warungnya.

"Baru setelah Mbah Jarwo tidak ada, saya dan Aditya nekad turun ke Pos 1, dan langsung Base Camp," jelas Aji.

Mendapat laporan itu Hendri Koordinator Lapangan dari BPBD Magetan langsung mengumpulkan sekitar 13 team pecinta alam untuk segera mengevakuasi Nouval dan tiga pendaki lainnya yang mengalami cidera kaki itu.

Ketiga pendaki yang cidera kaki dan juga ditandu dari Pos V Puncak Lawu, yaitu, Ricard (27) warja Jakarta mengalami kaki kram di Pos 2 dan dipaksa turun ke Pos 1, Bima (23) warga Sragen, juga mengalami kaki kram, sedang Krisna (22) warga Purwokerto, mengalami kaki terkilir setelah jatuh di tengah tengah Pos 2 dan Pos 1.

Mandor Perhutani Kepala Pintu Pendakian Cemorosewu, Plaosan, Kabupaten Magetan Paijo yang dikonfirmasi membenarkan dan keempat pendaki itu langsung dibawa ke Puskesmas Ploasan untuk mendapat pertolongan medis.

"Alhamdulillah, semua selamat. Kita sempat dag dig dug, terutama yang terkena hipotermia di Pos 5. Itu kalau tidak segera, bisa tidak tertolong,"kata Mandor Paijo kepada Surya, Kamis (2/1-2020). (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved