Info Sehat

5 Penyebab yang Bikin Anak Kecanduan Main Gawai, Masalah Pola Asuh Hingga Meniru Sekitar

5 Penyebab yang Bikin Anak Kecanduan Main Gawai, Masalah Pola Asuh Hingga Meniru Sekitar.

5 Penyebab yang Bikin Anak Kecanduan Main Gawai, Masalah Pola Asuh Hingga Meniru Sekitar
SURYA/CHRISTINE AYU NURCHAYANTI
Dokter spesialis kesehatan jiwa RSUD Dr Soetomo, dr Yunias Setiawati SpKJ(K) 

5 Penyebab yang Bikin Anak Kecanduan Main Gawai, Masalah Pola Asuh Hingga Meniru Sekitar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejak balita, orangtua sudah mengenalkan gawai atau ponsel pintar kepada anak.

Hal tersebut tak ayal membuat anak terpapar gawai sejak dini

"Paparan yang terus menerus bisa menimbulkan kebiasaan. Nah, dari kebiasaan tersebut muncullah kecanduan gawai," ungkap psikiater anak dan remaja RSUD Dr Soetomo, Dr Yunias Setiawati SpKJ(K).

Bermain gawai, lanjutnya, merangsang pusat dopamine, yakni neurotransmitter (zat kimia yang berfungsi mengirimkan sinyal antara sel saraf di otak) yang mendorong perasaan senang atau bahagia.

Kenakalan Istri di Kediri Selingkuhi Suami dan Hamil, Asmara Pegawai Bank Berujung Sedih, Soal Anak

Arumi Bachsin Ingatkan Bahaya Gadget pada Tumbuh Kembang Anak, Sebut Penggunaan Harus Sesuai Porsi

Gandeng Omah Lali Gadget, SMA Katolik ST Louis 2 Surabaya Nostalgia Mainkan Permainan Tradisional

Oleh karena itu, kata Yunias, bermain gawai membuat seseorang merasa senang. Seseorang cenderung mencari gawai atau sumber internet untuk menenangkan diri.

Selain faktor tersebut ada beberapa penyebab anak kecanduan gawai. Apa saja? Simak paparan di bawah ini.

Pertama, faktor pola asuh. Yunias mengatakan pola asuh yang kurang tepat membuat anak gampang melampiaskan diri kepada ponsel genggam.

"Karena terus dibiarkan ketika bermain gawai, anak bisa terus kecanduan. Terlalu banyak peraturan, juga membuat anak lebih suka berselancar di dunia maya untuk mendapat pengakuan," kata Yunias.

Apalagi, lanjutnya, pada masa remaja anak cenderung mencari pertemanan yang membuatnya nyaman. Tak jarang, hal tersebut malah memberikan dampak negatif pada anak.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved